Inilah beberapa kelebihan Rafale yang belum banyak diketahui publik

Penerbangan tandem demonstrasi udara Dassault Rafale beromor registrasi 104-IC ke ruang udara (aerodome) Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, telah selesai. Kokpit tandem pesawat tempur omnirole itu dibuka dan pilot utama, Kapten Sebastian Dupont, keluar dari kursi lontarnya. 

Sesaat sebelumnya, tandem seater-nya, Marsekal Pertama TNI Fachru Zaini, sudah berdiri di sisi sayap delta pesawat tempur berkelir kelabu kelam itu. Benar, mereka baru mendarat dari penerbangan uji coba Dassaut Rafale dari Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pelabuhan Ratu, Rabu. 

Pilot kedua dari TNI AU ini dalam kesehariannya adalah panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I, yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma. 

Selama 45 menit, mereka mencoba berbagai manuver. Mulai dari kecepatan dua Mach (dua kali kecepatan suara), terbang rendah di atas ombak laut, mengikuti kontur tanah, hingga menyimulasikan serangan darat. 

Dassault Rafale B yang mereka pakai memang tipe kursi ganda yang populasinya paling banyak dalam Angkatan Udara Prancis (Armee de l’Air), sampai sekitar 60 persen. 

Tipe ini dibuat pabrikan Dassault Aviation untuk pendidikan konversi penerbang hingga misi tempur sesungguhnya. Pilot utama menerbangkan pesawat tempur itu, pilot kedua untuk misi lain tambahan yang bisa berjalan secara simultan. 

Menurut Letnan Kolonel Sylvain “Guigui” Guillard, instruktur penerbang Armee de l’Air yang turut dalam misi pengenalan Dassault Rafale ke Jakarta sesudah turut dalam Langkawi International Maritime and Aerospace 2015, Rafale sejak lahir dirancang untuk memenuhi semua keperluan pilot tempur. 

“Anda hanya menyaksikan data dalam satu layar monitor saja, yang di tengah. Jadi Anda tidak akan disibukkan dengan hal lain selain misi menghancurkan sasaran atau mengacaukan serbuan lawan,” kata “Guigui”, yang telah mengoleksi 1.500 jam terbang dengan Rafale. 

Dassault Aviation merancang C01 Rafale dalam banyak varian, yaituRafale A, Rafale B, Rafale C, Rafale D, Rafale M, dan Rafale N untuk menggotong senjata nuklir. 

Belakangan, cuma tiga varian yang paling banyak diproduksi, yaituRafale B (Biplace - tandem seater), Rafale C (Chasseur - kursi tunggal), dan Rafale M (Marine - ditempatkan di kapal induk untuk Korps Udara Angkatan Laut Prancis/Aeronavale). 

Perbedaan paling pokok Rafale M dengan kedua varian lain adalah perangkat roda pendarat yang lebih kekar dan bobotnya yang bertambah 500 kilogram. 

Dalam konfigurasi standar, Dassault Rafale dilengkapi sistem avionika (sistem sensor dan kinerja elektronika dalam keseluruhan sistem aviasi) yang dinilai cukup mumpuni. 

Tipe-tipe awal dilengkapi Spectra yang digadang-gadang menciptakan situasi siluman virtual berbasis peranti lunak. Belakangan dipertinggi kemampuannya melalui radar AESA RBE2 AA, yang dipercaya mampu meladeni berbagai keperluan. 

Radar alias mata dan telinga bagi pesawat terbang. Semakin tajam dan awas mata-telinga itu, semakin menakutkan pesawat tempur itu karena akan meninggikan efektivitas pemakaian persenjataan, baik peluru kendali ataupun sistem roket yang dibawa. 

Dia akan lebih mampu mengenali mana sasaran yang harus dimusnahkan sesegera dan sebanyak mungkin, dan mana yang tidak perlu. 

Radar AESA dan sistem avionika lainlah yang juga diadopsi serta dipercanggih habis-habisan oleh banyak pabrikan pesawat tempur. 

Sebut JAS39 Gripen dari SAAB AB (Swedia) yang juga menjadi pesaing Dassault Rafale di Tanah Air sebagai calon pengganti F-5E/FTiger II dari Skuadron Udara 14. 

Gripen juga memiliki teknologi andalan serupa yang disebut portalwww.aviatia.com “lebih lethal” ketimbang yang dimiliki DassaultRafale. 

Menurut data dari pabrikan, Rafale, dalam operasionalisasinya, memiliki “otak” bernama Integrated Modular Avionics dalam arsitektur Modular Data Processing Unit. Inilah semua yang memungkinkan pilot untuk fokus saja pada misi sepanjang data yang dimasukkan akurat. Jikapun kurang akurat, pilot masih bisa mengambil keputusan secepat mungkin sesuai situasi yang dia hadapi. 

Zaini pun ingin mencoba fitur-fitur yang ada di kokpit Dassault Rafale dalam penerbangan ujicoba ini. 

“Saya coba simulasikan penyerangan darat terhadap obyek vital. Saya cuma masukkan data koordinat sasaran, pilih jenis persenjataan atau bom yang dipakai, lalu Rafale meluncur secara otomatis ke arah sasaran,” kata dia, segera setelah mendarat dalam percakapan tentang performansi pesawat tempur bersayap delta itu. 

Secara otomatis pula, katanya, pesawat tempur dengan sayap kanard di belakang dome radar utama itu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, termasuk ketinggian dan kontur daratan sasaran, cuaca saat itu, hingga potensi ancaman yang ada. 

“Saya sampai lepas tangan saja, semuanya dikerjakan pesawat tempur sesuai data dan saya tinggal menentukan kapan jari tangan ini bergerak memencet tombol pelepasan senjata,” kata dia. 

Rafale unjuk kebolehan di Jakarta




“Saya tadi mengalami tekanan sampai sekitar +10,5 g. Manuver yang saya lakukan benar-benar seperti dalam demonstrasi terbang di mana saja,” kata Kapten Benoit Planche, instruktur pilot tempur Angkatan Udara Prancis, di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu. 


Walau hujan, pesawat tempur Dassault Rafale C yang dia kemudikan dalam terbang demonstrasi udara itu tetap mampu memeragakan sejumlah manuver untuk memperlihatkan kemampuan pesawat tempur bermesin ganda itu. 

C01 Rafale B dan C01 Rafale C datang di Jakarta dari kesempatan mereka memeragakan diri di Langkawi International Maritime and Aerospace 2015, di Langkawi, Malaysia. Di Jakarta, mereka “ditugaskan” pemerintah Prancis untuk menunjukkan performansi Rafale itu. 

Kabar bahwa TNI AU segera memensiunkan F-5E/F Tiger II dari daftar arsenal Skuadron Udara 14 membuat banyak pabrikan pesawat tempur berduyun-duyun menawarkan produk dan sistem ikutan serta pendukungnya. 

Mereka adalah JAS39 Gripen dari SAAB AB (Swedia), Eurofighter Typhoon (Eurofighter/konsorsium negara Eropa Barat), F-16 Fighting Falcon Block 60 (Boeing/Amerika Serikat), Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia), dan C01 Rafale dari Dassault Aviation (Prancis). 

Dalam demonstrasi terbang yang diperagakan kepada sejumlah petinggi TNI dan pers itu, bukan cuma Planche yang terbang, melainkan juga Kapten Sebastian Dupont, yang terbang tandem bersama Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara II, Marsekal Pertama TNI Fahru Zaini. Mereka terbang tandem di dalam kokpit ganda C01 Rafale B dalam tempo sekitar 45 menit. 

Cuma Planche yang terbang aerobatik, meliuk-liuk di atas Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma dan sekitarnya selama 10 menit. 

Walau sebentar, namun Planche yang beribukan perempuan Viet Nahm itu mampu membuat semua orang yang menyaksikan tetap setia menatap langit, mengikuti kemanapun C01 Rafale C itu dia bawa. 

Selain memacu kedua mesin SNECMA M88 sekuat-kuatnya, dia juga menunjukkan kemampuan Rafale dalam kecepatan paling rendah sebelum stall(kehilangan daya angkat). 

“Tadi itu manuver split s to land, dari kecepatan 350 knot per jam, menanjak pada sudut 60 derajad ke atas, pada ketinggian 2.800 kaki dari permukaan laut, saya keluarkan roda pendarat dan kecepatan tinggal sekitar 120 knot perjam,” kata Planche. 

___________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!! 

Temukan kami di Twitter untuk mengupdate berita setiap harinya, Follow Portal Militer On Twitter
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625

Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon