Lomba Foto Bayi Penyebab Maraknya Kasus Penculikan di Indonesia?

Oleh: Agung Soni
Saya berusaha menuliskan keprihatinan saya atas fenomena yang marak terjadi belakangan ini di media sosial. Ketika orang tua, terutama para ibu-ibu muda yang mengikutsertakan foto bayi anaknya dalam sebuah kontes foto di media sosial. Namun seperti yang sudah saya tuliskan di sini, alih-alih ingin menampilkan bakat fotogenik buah hati, malah sebaliknya yang didapat adalah membeli “piala piagam” murahan dan resiko bayi anak menjadi target sasaran sindikat penculik bayi anak yang membidik lewat media sosial.

Ada banyak lomba/kontes sejenis di beberapa media sosial yang saya catat. Dan semuanya benar-benar tidak jelas. Baik siapa panitianya, apa visi misi kontes lomba foto diadakan, siapa dewan jurinya, dimana alamat panitia, dan terpenting adalah kemana arah para juara kontes disalurkan bakat dan minatnya karena lomba di sosmed ini modusnya adalah semua pemenangnya diwajibkan membayar sejumlah uang tertentu kepada panitia.

Di Instagram ada babysmart_contest, babykids_contest yang prasyaratnya peserta harus membayar uang pada panitia berkisar Rp.100 ribu hingga Rp.250 ribu. Di Facebook ada kontes management artis babykids yang mensyaratkan pemenang harus membayar kisaran Rp.99 ribu. Dan ajaibnya, peserta semuanya menang ! jadi kalau pesertanya 50 dalam satu even (dalam 1 bulan bisa 4 sampai 6 kali even lomba diadakan) maka sekali even bila biaya pendaftaran 100 ribu maka panitia bisa meraup sekitar 5 juta rupiah.Dalam satu bulan bisa 20 juta rupiah ( ini angka minimal yang kami catat, karena dari postingan di medsos hampir ratusan orang tua mengikuti lomba ini).

Sungguh disayangkan, ketika orang tua terutama para bunda yang keblinger mengikuti lomba ini. Ada yang salah dan keliru dalam pemahaman dan pemikiran para bunda. Tentu Bunda bisa memahami, kalau bunda mengirimkan foto anak kepada sebuah kontes dan bunda harus membayar dengan imbalan piala piagam, maka sebenarnya bunda sedang membeli piala piagam itu untuk kebanggaan semu.

Disinilah letak kekeliruannya
Sebenarnya label “juara” itu adalah label yang membanggakan bila saja bunda mengikutkan pada lomba yang benar-benar jelas keberadaan lombanya dan melalui banyak proses perjuangan lomba yang memeras daya juang anak dan orang tua.


Baik panitia, dewan juri, alamat panitia, visi misi lomba dan bukan asal ikut lomba asal-asalan yang tidak jelas seperti itu dan ditambahi embel-embel “harus bayar”, kalau tidak bayar kena sanksi “black list”. ( Memangnya panitia lomba ini siapa? Kepolisian? Aparat? Bank? kok memaksa bunda untuk mengirimkan uang kepada panitia).

Bukan “piala piagam” yang sebenarnya menjadi titik tujuan orang tua dalam mengikutsertakan anaknya dalam sebuah lomba.

Mari saya jelaskan dengan gamblang dan contoh
Saya pernah menuliskan profil seorang anak sarat prestasi dengan 400 piala dan piagam penghargaan di rumahnya. Namanya M.Ridho Firdaus. Artikelnya disini. Tahukah apa maksud orangtuanya mengikutkan anaknya dalam setiap lomba melukis sejak Firdaus berusia 4 tahun? Karena menurut ayah dan ibunya, mereka ingin agar bakat anaknya kelak dimasa depan bisa mengangkat derajat perekonomian keluarga mereka. Itulah sasaran “tembak” akhir buat anak. Mungkin banyak yang merasa anak kok dijadikan sapi perah ..? bukan  bukan itu makna dari ini.

Lebih kepada agar kreatifitas Firdaus tetap hidup dan terus berkembang hingga kelak Firdaus menjadi orang tua yang mandiri dan bisa hidup dari kreatifitasnya. Itulah makna tujuan orang tua Firdaus. Dan bukan label “juara” apalagi “piala piagam” yang jumlahnya ratusan memenuhi kamar Firdaus sebagai sasaran akhir orangtua Firdaus.

Ya, bakat kreatifitas dan daya juang inilah yang harusnya dihidupkan para bunda untuk buah hati tercinta kelak di masa depan bisa lebih berguna. Kalau hanya sekedar foto bayi anak yang lucu menggemaskan , bolehlah diikutkan dalam lomba. Mungkin dengan tujuan label “populer” didapat. Tapi sebelum mengikuti lomba lihat dulu “detail” lomba agar tidak sekedar membeli piala piagam di sosmed. 

Sekali lagi, marilah kita tumbuh kembangkan anak dalam area kompetisi sehat dengan memacu kreatifitas mereka dalam sebuah arena kontes. Untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada bidang yang mereka sedang ikuti kompetisinya. Memicu kreatifitas, minat dan daya juang anak, itulah yang seharusnya diperjuangkan untuk buah hati tercinta. Bukan Piala atau Piagam.

_________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625
http://www.loogix.com/
DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625


Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon