China, antara Mengesankan dan Menggetarkan

PERSEPSI masyarakat global terhadap China ternyata mendua, sekurang-kurangnya menurut hasil survei yang dipaparkan akhir pekan lalu. Dunia menyambut gembira atas kemajuan ekonominya, tetapi sekaligus khawatir atas pembangunan kekuatan militernya.

Dalam kenyataannya, China memang tidak hanya memacu pembangunan ekonominya, tetapi secara paralel pula terus meningkatkan postur militernya, termasuk program persenjataan nuklir.

Mungkin karena itu, dunia tidak hanya membicarakan sosok China sebagai sesuatu yang menyenangkan, fascinans, tetapi sekaligus sebagai sesuatu yang menakutkan, tremendans. Refleksinya terlihat pada hasil survei jaringan The BBC World Service, London, Inggris.

Hasil survei bulan November 2004 sampai dengan Januari 2005 menyimpulkan, 48 persen dari 23.000 responden di 22 negara menilai positif peran China di tingkat global. Penilaian positif itu dianggap lebih baik ketimbang pemain global lainnya seperti AS (38 persen), Rusia (36 persen). China hanya kalah terhadap Inggris yang pengaruhnya di tingkat global dinilai positif oleh 50 persen responden.

KHUSUS mengenai bidang ekonomi, 49 responden menyambut gembira atas perkembangan China, sedangkan 33 persen bereaksi negatif. Sementara dalam bidang militer, 59 persen memperlihatkan kerisauan, sedangkan 24 persen responden tidak terlalu mencemaskannya. Responden yang khawatir umumnya di Jerman, Australia, Jepang, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Kekhawatiran itu tentu saja beralasan terutama karena postur militer China yang sangat besar, yang ditopang oleh berbagai peralatan perang, termasuk persenjataan nuklir. Seiring dengan kemajuan bidang ekonominya, China terus meningkatkan anggaran militernya.

Sudah menjadi kekhawatiran lama, China memiliki potensi menyerang Taiwan, jika wilayah itu sampai melepaskan diri dengan memproklamasikan kemerdekaan. China sudah berkali-kali mengeluarkan ancaman. Dalam perkembangan terakhir, China mengeluarkan rancangan undang-undang antipemisahan Taiwan dari China.

Rancangan undang-undang itu mengundang reaksi keras masyarakat Taiwan. Ada yang berspekulasi, China masih enggan menggunakan kekuatan fisik terhadap Taiwan karena wilayah itu mendapat dukungan kuat AS.

Sekiranya China pada satu saat sudah mencapai tingkat kemampuan militer yang memadai, keberaniannya untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan diyakini akan meningkat.

TERLEPAS dari kaitan dengan Taiwan, peningkatan pembangunan militer China menimbulkan kecemasan, dilihat dari perimbangan kekuatan regional dan global.

Tentu saja, China perlu memperbesar kekuatan militer untuk melindungi kepentingan ekonominya di dalam negeri maupun di seberang lautan. Semakin besar kepentingan ekonominya, semakin besar pula kebutuhan meningkatkan kekuatan militer.

Jika diletakkan dalam sejarah, pola pembangunan militer China yang berjalan paralel dengan peningkatan kekuatan militer bukanlah fenomena baru. Ketika era industri muncul di Eropa di abad lalu, negara-negara di kawasan itu cenderung meningkatkan kekuatan militernya, tidak hanya untuk melindungi kepentingan ekonominya yang sudah membesar, tetapi sekaligus untuk memenangi persaingan dalam memperebutkan sumber-sumber bahan mentah di wilayah-wilayah jajahan.

Persaingan yang semula berasal dari bidang ekonomi itu segera memicu persaingan dalam bidang militer. Ketegangan pun muncul, yang antara lain ikut menciptakan kerawanan bagi pecahnya Perang Dunia I dan lebih-lebih Perang Dunia II.

Dengan mengangkat kasus Eropa sebagai ilustrasi, memang muncul pula kekhawatiran tentang kemungkinan China menjadi sumber ancaman secara militer. Semula China meningkatkan kemampuan militernya untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan ekonominya, tetapi kemudian bisa saja untuk memberi kawalan dalam mencari sumber-sumber bahan mentah.

SEBAGAI raksasa yang "rakus", China membutuhkan banyak bahan mentah untuk pembangunannya. Namun, masih menjadi pertanyaan, apakah China menggunakan kekuatan militer dalam upaya merebut sumber-sumber bahan mentah bagi industri dan perekonomiannya.

Berbagai kalangan menilai pertanyaan itu berlebihan karena dunia sudah banyak berubah. Apalagi paradigma tentang kehebatan dan keunggulan sebuah bangsa dan negara tidak lagi pertama-tama pada postur militer, tetapi pada kemampuan menguasai teknologi, ilmu pengetahuan, dan perekonomian.

Dalam era globalisasi, kerja sama ekonomi telah membantu meredam pertarungan kekuatan militer. China membutuhkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dengan negara lain. Sebaliknya China, dengan dukungan penduduk 1,3 miliar orang dan daya beli meningkat, merupakan pasar yang sangat menggiurkan bagi banyak negara.
_________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625
http://www.loogix.com/
DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625

made at loogix.com
Madu Diet Buat Kalian Yang Mau Melangsingkan Badan
Pengalaman: Dengan Meminum Madu Diet Bisa Menurunkan 4-5 Kg/bulan Tanpa Efek Samping. Pemesanan Hubungi 0857 7619 8625
Harga : Rp. 50.000/botol

Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon