Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

Mengutip pernyataan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan dengan adanya kemandirian industri pertahanan nasional maka pada 2022 Indonesia tidak perlu mendatangkan pesawat dari luar negeri. Untuk mendukung langkah kemandirian tersebut, Kementrian Pertahanan Indonesia melakukan beberapa langkah strategis seperti:

1. Pada 2010 dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk mengoordinasikan dan menyinergikan seluruh potensi di dalam negeri. Melalui KKIP, dilahirkan tujuh program nasional, meliputi pembuatan pesawat tempur, kapal selam, Roket, rudal, radar, propellant, dan tank. "Dengan kemandirian ini, tahun 2022 kita tidak perlu lagi mendatangkan pesawat dari luar negeri sejenis Sukhoi dan lainnya".

2. Membuat road map industri pertahanan dalam negeri dan melaksanakan tugas pembinaan kepada industri pertahanan nasional sesuai tupoksinya. 

3. Khusus pembangunan pabrik propellant di Energetic Material Center (EMC) PT DAHANA (Persero), Menteri Pertahanan Indonesia mengatakan bahwa akan ada dampak positif untuk dunia litbang.

Sebagaimana diketahui, sejak peletakan batu pertama oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro pada 4 Desember 2010 lalu, pembangunan EMC rampung pada pertengahan 2012. Di lokasi seluas hampir 600 hektar ini diisi fasilitas perkantoran, gudang, laboratorium, dan pabrik, termasuk lokasi pabrik propellant yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Pengembangan Alutsista Dalam Negeri Menuju Kemandirian Industri Pertahanan
Semangat dan optimisme untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pengembangan teknologi pertahanan hasil dari produksi industri pertahanan dalam negeri semakin menguat. Suasana itu tampak dalam diskusi yang dipimpin langsung oleh  langsung  oleh Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Hasbi Assiddiq Syamsuddin, Kamis, 26 September 2013, pukul 08.30 sampai dengan 15.30 WIB bertempat di Hotel Tunjungan Surabaya.  

Hadir dalam kegiatan diskusi tersebut sebanyak 23 orang peserta yang merupakan para pimpinan instansi, perguruan tinggi dan direktur perusahaan BUMN, terdiri dari: Direktorat Teknologi Industri Pertahanan Kemhan, Assisten Deputi Bidang Usaha Industri  & Manufaktur Kementerian BUMN, Direktorat Industri Kimia Dasar Ditjen BIM Kemenperin, PT Pindad, PT PAL, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Petro Kimia Gresik, PT Boma Bisma Indra, PT Maju Mapan, PT Goeno, PT Jangkar Nusantara Megah, PTLundin Industri, PT Sritex, PT Sari Bahari,  PT Info Global, Politeknik Manufaktur, IPNAS, Asosiasi Penyediaan Alat-Alat Pertahanan Malang, dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut.  Materi yang dibahas dalam diskusi adalah tentang fasilitasi pengembangan industri pertahanan.

Diskusi diawali dengan sambutan Direktur Industri Maritim Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Hasbi Assiddiq Syamsuddin. Dilanjutkan dengan paparan awal yang disampaikan oleh Dr.Ir. M.Nurdin, peneliti senior dari Politeknik Manufaktur Bandung. Materi yang disampaikan adalah tentang ”Pengelompokan Industri Pertahanan sesuai dengan UU Nomor 16 tahun 2012 tanggal 5 Oktober 2012 tentang Industri Pertahanan”.  Dia mengemukakan bahwa berdasarkan UU tersebut, industri pertahanan dibagi menjadi 4 kelompok, meliputi : industri alat utama, industri komponen utama, industri komponen dan industri bahan baku.

Industri alat utama, adalah BUMN yang ditetapkan Pemerintah sebagai pemadu utama (lead integrator) yang menghasilkan alat utama sistem senjata dan/atau mengintegrasikan semua komponen utama, komponen, dan bahan baku menjadi alat utama.  Industri komponen utama dan/atau penunjang adalah BUMN dan/atau BUMS yg memproduksi komponen utama dan/atau mengintegrasikan komponen/suku cadang dgn bahan baku menjadi komponen utama Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan dan/atau wahana (platform) sistem ALUTSISTA. Industri komponen dan/atau pendukung (perbekalan), adalah BUMN dan/atau BUMS yang memproduksi suku cadang untuk alat utama sistem senjata, suku cadang untuk komponen utama, dan/atau yang menghasilkan produk perbekalan.  Industri bahan baku adalah BUMN dan BUMS yg memproduksi bahan baku yg akan digunakan oleh industri alat utama, industri komponen utama dan/atau penunjang, dan industri komponen dan/atau pendukung (perbekalan).

Paparan dilanjutkan oleh Kolonel Laut (T) Maman Rohman, dari Ditjen Pothan Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan, yang menyampaikan informasi tentang ”Program dan Kegiatan Pengembangan Kegiatan Industri Pertahanan terkait dengan Implementasi UU Nomor 16 tahun 2012 tanggal 5 Oktober 2012 tentang Industri Pertahanan”. Dikemukakan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia sedang menerapkan program-program nasional untuk pengembangan jet tempur KF-X/IF-X, penguasaan teknologi pembangunan kapal selam, pembangunan Industri Propelan, pengembangan roket/rudal Nasional  dan radar. Untuk itu diperlukan kesiapan SDM dan infrastruktur dari industri pertahanan dalam negeri. Pemerintah Indonesia optimis dalam waktu dekat putra-putra bangsa akan mampu menguasai pembuatan alutsista secara mandiri dan kualitasnya tidak kalah dengan teknologi dari luar negeri.  Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani di dunia.

Paparan terakhir disampaikan oleh Mohammad Kayam, Direktur Industri Kimia Hulu Kementrian Perindustrian yang menyampaikan tentang ”Program dan Kegiatan Pengembangan Industri Kimia untuk Industri Pertahanan”.  Dikemukakan bahwa seiring dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia, Pemerintah harus menetapkan roadmap pengembangan industri bahan peledak/propelan melalui Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), membiayai program pengembangan industri bahan peledak/propelan melalui APBN, menetapkan negara lain sebagai partner pengembangan sebagai pemilik teknologi proses industri bahan peledak/propelan, menetapkan program alih teknologi dari pemilik teknologi proses industri bahan peledak/propelan, membentuk Project Management Unit (PMU) dalam melaksanakan proyek pembangunan industri bahan peledak/propelan, mengkoordinasikan perencanaan proyek pembangunan industri bahan peledak yang terintegrasi, dan membentuk “center of excellence” atau “energetic material center” pengembangan industri bahan peledak terintegrasi (pusdiklat, pusat informasi, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain).

Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan ramah tamah. Diskusi menghasilkan beberapa rekomendasi :

Pertama,  Komite kebijakan Industri Pertahanan yang disingkat KKIP  memiliki beban tugas yang berat karena harus mengkoordinasikan  kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengendalian, sinkronisasi, dan evaluasi Industri Pertahanan, yang melibatkan stakeholder terkait, terdiri dari: Pemerintah, Pengguna dan industri Pertahanan. Oleh karena itu tugas, peran dan fungsi KKIP harus didorong secara kolaborasi agar pengembangan teknologi industri pertahanan dapat terwujud secara efektif, efisien, terintegrasi dan inovatif yang berdampak pada semakin kuatnya TNI dalam menjaga ketahanan nasional.

Kedua,Agar produk hasil dari industri pertahanan matra laut dalam negeri mampu bersaing dengan produk hasil dari industri pertahanan matra laut luar negeri, maka perlu diusulkan kepada Pemerintah tentang kebijakan insentif fiskal.  Kalau perlu dimasukkan ke dalam Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksana penjabaran dari UU Nomor 16 tahun 2012 tanggal 5 Oktober 2012 tentang Industri Pertahanan.  Selama ini produk alutsista buatan dalam negeri yang dijual ke TNI/Polri selalu terkena biaya pajak yang berakibat pada tingginya harga jual barang, sementara alutsista yang import dari luar negeri justru bebas dari pajak sehingga menjadi lebih murah. Ada lagi studi kasus, industri pertahanan matra laut di wilayah Batam mampu bersaing dengan industri pertahanan matra laut yang ada di wilayah lain.  Produk industri pertahanan matra laut di wilayah Batam karena  ada kebijakan free trade Area, maka harganya bisa lebih murah dibanding buatan industri di wilayah lainnya. Padahal industri-industri yang berada di Batam banyak pemegang sahamnya dikuasai oleh pengusaha dari Singapura.

Ketiga. Forum diskusi semacam ini sangat penting untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.  Disamping itu juga sangat penting untuk memberikan informasi tentang perkembangan terbaru terkait dengan kebijakan kebutuhan baik jumlah maupun mutu alutsista dari pengguna, kapabilitas yang dimiliki oleh masing-masing industri pertahanan,  pelibatan lembaga akademis, dan instansi pemerintah yang terkait, sehingga dapat dikolaborasikan untuk menghasilkan pemberdayaan masing-masing lembaga secara maksimal, integratif dan berkelanjutan.

Hasil diskusi tersebut diharapkan mampu memfasilitasi pengembangan industri pertahanan di dalam negeri.  Semoga upaya-upaya yang telah dilakukan oleh segenap komponen bangsa dalam menguasai teknologi pertahanan mampu mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan disegani oleh dunia internasional.
_________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=

made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625

visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625
http://www.loogix.com/
DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625
made at loogix.com
Madu Diet Buat Kalian Yang Mau Melangsingkan Badan
Pengalaman: Dengan Meminum Madu Diet Bisa Menurunkan 4-5 Kg/bulan
Tanpa Efek Samping. Pemesanan Hubungi 0857 7619 8625
Harga : Rp. 50.000/botol

Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon