Perbadingan Rudal Yakhont & rudal Tomahawk

1. Rudal Yakhont
Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini yaitu Rusia, Indonesia dan India. Di India sendiri rudal ini dinamakan Brahmos, karena India telah mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini. Rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara. Rudal ini dapat ditembakkan lewat Darat, Laut (Kapal Perang) dan juga Pesawat Tempur. Namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat.karena rudal in sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan dari pesawat tempur. Awas!!! Paham Radikal Menyerang Indonesia.....

Menurut informasi dari situs Kementrian Pertahanan RI, saat ini 16 KRI sudah dipasang rudal Yakhont, yaitu enam pada kapal jenis frigat dan 10 di kapal perang Korvet. Masing-masing frigat dipasang delapan unit Yakhont sedangkan Korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

Spesifikasi Rudal Yakhont : Pabrik Asal Rusia : Beriev Jangkauan Tembak : 300 Km pada manuver jelajah tinggi 120 Km pada menuver jelajah rendah Kecepatan : 2 –2,5 Mach Ketinggian Terbang : 5 –15 meter (fase terakhir sebelum mengenai target) Berat Bahan Peledak : 200 Kg Pengarah Navigasi : aktif pasif radar seeker head Jangkauan Tembak Minimum : 50 Km Propulsi : solid propellant booster stage dan liquid propellant ramjet sustainre motor Media Peluncuran : dari bawah air, kapal permukaan dan dari daratan Berat : Rudal 3,000 Kg Rudal plus kontainer 3,900 Kg Harga satu unit Yakhont ditaksir sekitar 1,2 juta dolar AS. Indonesia Negara Berpengaruh yang Mudah dibodohi.....

2. rudal Tomahawk
Tomahawk adalah sebuah rudal (peluru kendali) jelajah atau dalam istilah internasional dikenal sebagai Cruise missile buatan Amerika Serikat yang dipakai oleh angkatan laut AS, (US Navy) Dengan panjang 5,56 - 6,25 meter, Tomahawk berbobot antara 1.192,5 kg sampai 1.440 kg. Rudal itu sanggup mengangkut beban untuk hulu ledak konvensional sampai 500 kg.

Mulai di perkenalkan tahun 1970an oleh perusahaan General Dynamics. Awalnya rudal ini dibuat untuk dapat diluncurkan dari kapal selam. Tapi, seiring berkembangnya teknologi, rudal Tomahawk pun turut mendapat polesan sana sini terutama dari sisi teknologi navigasi dan mesin, untuk mampu mengikuti perkembangan jaman. Saat ini Rudal Tomahawk diproduksi oleh pabrik Raytheon dan sebagian lagi di produksi oleh McDonnell Douglas. Sekarang Tomahawk tidak hanya bisa diluncurkan dari kapal selam ,tetapi bisa juga diluncurkan dari moda lain seperti kapal laut, peluncur darat bahkan dari pesawat terbang.

Untuk urusan hulu ledak, rudal ini bisa dipasangi bermacam2 hulu ledak, baik konvensional, TNT maupun nuklir. berat dan ukuran hulu ledak pun bervariasi, tergantung tipe rudal dan kebutuhannya. Tiap-tiap rudal ini mempunyai berat 1.440 kg.

Ada beberapa varian dari Rudal Tomahawk ini, diantaranya adalah ; rudal tomahawk serang darat TLAM-C, rudal tomahawk yang mampu melepaskan bom atau bomblet-dispensing land attack TLAM-D, Rudal tomahawk dengan hulu ledak nuklir ataunuclear land attack TLAM-A dan TLAM-N (tidak dikembangkan), dan Rudal Tomahawk anti kapal permukaan atau Anti-Ship Missile (TASM). TNI AU Persiapkan 34 Pesawat Tempur Menyambut Hut RI.....

Semua jenis rudal tomahawk menggunakan pemandu : Global Positioning System (GPS), terrain contour matching (TERCOM), agar dapat terbang rendah menyusuri kontur bumi, oleh karenanya tidak jarang rudal ini terbang hanya di ketinggian beberapa puluh meter saja. Deteksi sinar infra merah juga hampir mustahil, karena mesin turbofan hanya memancarkan sedikit sekali panas. Rudal Tomahawk juga dilengkapi sistem Korelasi Pencocokan Area digital,kontrol Time of Arrival (waktu tempuh), dan mesin turbo.

Rudal itu dapat digunakan untuk menggempur berbagai sasaran tidak bergerak, seperti pusat-pusat komunikasi dan pertahanan udara, termasuk sasaran yang sangat sulit sekalipun. Untuk menggempur sasaran di darat, Tomahawk dituntun oleh radar jarak jauh Tercom dengan kemampuan mengenali kontur daratan. Radar tersebut memakai data peta-peta untuk menentukan posisi rudal tersebut. Jika diperlukan, arah dan posisi rudal bisa dibetulkan agar tepat sasaran.

Spesifikasi:
Tipe: Rudal jelajah subsonik jarak jauh segala cuaca. Tempat Asal: United States Mulai masuk dinas: Tahun 1983-sekarang Harga per Unit: $US 569,000 (1999) Berat: 2,900 lb (1,300 kg), 3,500 lb (1,600 kg) dengan booster Panjang:Tanpa booster: 18 ft 3 in (5.56 m), dengan booster: 20 ft 6 in (6.25 m). Diameter: 20.4 in (0.52 m) Hulu Ledak: Konvensional: 1,000 lb (450 kg) Bullpup, atau submunitions dispenser dengan BLU-97/B Combined Effects Bomb, atau 200kt (840 Tj) W80 nuclear device (dinon-aktifkan sehubungan dengan SALT-Strategic Arms Limitation Talks). Mesin: Williams International F107-WR-402 turbofan, menggunakan TH-dimer fuel dan solid-fuel rocket booster. Rentang Sayap: 8 ft 9 in (2.67 m) Jarak Operasional: Block II TLAM-A–1,350 nmi (2,500 km), Block III TLAM-C & Block IV TLAM-E-900 nmi (1,700 km) Block III TLAM-D-700 nmi (1,300 km) Sistem Pengendali: GPS, INS, TERCOM, DSMAC. 1 rudal Tomahawk berharga Rp8,7M

Anda Sedang Mencari Rumah, Tanah dan Apartemen? Tidak Usah Bingung Hubungi Kami Sekarang Juga Melalui 0857 7619 8625 (Muhammad). Properti Rumah, Tanah dan Apartemen Dengan Harga Bersahabat....

Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon