Paham Radikal Serang Indonesia

Damailah Indonesiaku, Bersatulah Negeriku
Pemahaman yang dangkal menjadi dasar mudahnya pemahaman radikal menyasar suatu negara. Ditambah kurangnya kesadaran akan pentingnya keamanan yang ada pada suatu negara menambah runcingnya permasalahan tersebut. Jika saja masyarakat sadar bahwa nilai keamanan dan kenyamanan diatas segalanya niscaya mereka tidak akan mau menghancurkan keamanan negara mereka sendiri. Pernah kami membaca sebuah artikel menarik mengungkapkan bahwa, dulu pakistan itu adalah negara moderat yang stabilitas keamanannya terjaga. Sampai kedatangan kaum radikalis yang menganut paham penegakan syariat islam dengan ekstrem dan menganggap siapapun yang tidak menegakkan syariat Islam sebagai kafir. Inilah mungkin cikal bakal dari Al-Qaeda hari ini atau juga ISIS yang beberapa minggu ini santer dibicarakan itu.

Indonesia hari ini bisa saja negara kita mempunyai nasib serupa dengan pakistan jika tidak bisa menjaga ideologi dan falsafah bangsanya sendiri. Karena di luar sana banyak sekali orang-orang ataupun lembaga/negara yang ingin mengacaukan Indonesia, mengambil sumber daya alam dan membunuh orang-orangnya. Kita sengaja di buat saling membunuh, jika skenario mereka berhasil maka keuntungan dari sumber daya alam yang dihasilkan bangsa ini akan diambilalih oleh bangsa luar. Penanaman ideologi berlawanan dengan ideologi pancasila yang dilakukan kaum-kaum radikal ini membuat kita heran, Apakah mereka tidak senang dengan negara yang aman ini? kenapa mesti mencari dan membuat ideologi radikal lagi? atau mengapa mereka ingin agar indonesia menjadi negara bergejolak seperti syria, irak dan lainnya?

Paham atau ideologi teroris pun sebenarnya bukan asli ideologi bangsa indonesia. Tetapi karena pemisahan antara agama dan pemahaman kebangsaanlah yang menjerumuskan orang-orang awam yang pikirannya dibalut dengan hawa nafsu tersebut untuk memunculkan perbedaan dalam bangsa ini. Seharusnya pemerintah mencari solusi agar disetiap sekolah/pesantren pun harus menerapkan pendidikan kenegaraan seperti yang diterapkan di ponpes gontor dan ponpes modern lainnya. Begitu juga dengan sekolah taraf internasional mereka harus menerapkan kurikulum minimal 4 jam seminggu khusus pelajaran pengenalan kebudayaan dan kebangsaan, agar generasi selanjut paham betapa indahnya mereka terlahir sebagai bangsa indonesia yang aman ini. Paham radikal ini kebanyakan dibawa dari orang-orang yang pulang kuliah dari luar negeri atau eks mujahidin irak dan sebagainya. Inilah yang perlu kita waspadai, karena orang indonesia dikenal dekat dengan timur tengah dan pastinya akan sangat simpatik dengan apa yang disampaikan oleh mereka-mereka yang baru pulang berperang di timur tengah. Pemerintah juga harus mengambil sikap yang tegas, tepat dan tidak gegabah terhadap organisasi-organisasi yang baru muncul (harus ada semacam pencatatan). Jika terbukti melanggar hukum harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Advertiser

Anda Sedang Mencari Rumah, Tanah dan Apartemen? Tidak Usah Bingung Hubungi Kami Sekarang Juga Melalui 0857 7619 8625 (Muhammad). Properti Rumah, Tanah dan Apartemen 


Berita Militer Adalah Blog DOFOLLOW Yang dapat Memberikan Backlink Kepada Pengunjung Blog ini Hanya dengan Meninggalkan KOMENTAR Anda. Kami Harap Kerjasama Anda Untuk Tetap Menjaga Reputasi Blog ini dengan tidak Berkomentar yang Berisi SPAM


EmoticonEmoticon