Kendaraan Tempur Komodo 4x4 Harapan Baru Kejayaan PT. Pindad

♠ Posted by Portal Militer in ,

Komodo. Itulah nama yang diberikan pada kendaraan taktis 4x4 terbaru kebanggaan PT Pindad ini. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memberikan nama hewan asli Indonesia ini pada perhelatan Indo Defence Expo and Forum, November 2012 yang lalu. Presiden memiliki harapan agar kendaraan taktis ini dapat tangguh di medan perang, kuat di segala medan, dan pulang dengan membawa kejayaan bagi Indonesia.

Kendaraan Tempur 4x4 Komodo dengan Rudal Mistral

Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4x4.

Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.

Proyek ini dimulai pada bulan November 2011. Tim Pengembangan Produk Divisi Kendaraan Khusus sibuk merancang kendaraan ini. Benchmarking pun dilakukan dengan mengamati berbagai macam desain kendaraan taktis sejenis yang berasal dari berbagai negara. Oskkosh, yang dipakai oleh US Army, AMPV dari Jerman, Aravis dan Sherpa dari Perancis, dan lain-lain. Proses perancangan ini berakhir bulan Januari 2012 dengan satu pilihan desain yang dipilih oleh direksi dan dilanjutkan dengan pembuatan prototype kendaraan ini.

Keputusan pembuatan jenis kendaraan taktis ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Pembuatannya didasarkan pada arah evolusi kendaraan tempur di masa depan. Arah perubahan kendaraan tempur akan mengarah pada penyusutan ukuran kendaraan. Kendaraan tempur tidak lagi mengutamakan ukuran yang gigantic, namun lebih diutamakan kendaraan yang berukuran kecil namun tetap lincah bergerak dan bisa bertahan di medan pertempuran.

Walaupun ukurannya tidak sebesar kendaraan tempur lain seperti Panser Anoa, kendaraan taktis ini tetap akan tangguh di medan karena dalam proses produksinya tetap memperhatikan tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kendaraan tempur. Pertama adalah mobility, yaitu kemampuan pergerakan untuk menghindari serangan musuh dan juga kemampuan pergerakan di medan yang berat. Kedua adalah survivability yaitu kemampuan untuk bertahan dari serangan musuh dengan mengandalkan badan kendaraan yang bulletproof. Terakhir adalah fire power, yaitu kekuatan untuk menyerang musuh, dengan cara menembak balik.

Hasil perancangan tim Pengembangan Produk Divisi Kendaraan Khusus pun menghasilkan sambutan yang baik dari lingkungan industri pertahanan. Sejak prototype kendaraan ini diikusertakan dalam pameran, banyak pihak yang tertarik pada kondisi fisik kendaraan ini yang ukurannya tidak terlalu besar, namun tetap terkesan kuat dan gagah. Terlebih lagi, PT Pindad memberikan kebebasan untuk pihak klien untuk menentukan desain seperti apa yang akan diaplikasikan pada Komodo, sesuai fungsinya di lapangan.

Hal ini berlanjut pada penawaran dan kesepakatan kontrak. Saat ini, ada beberapa pihak yang tercatat sudah memesan Komodo. Kesatuan BRIMOB sudah memesan dua unit Komodo yang dimodifikasi menjadi kendaraan taktis Jungle Walfare. Kendaraan ini didesain khusus untuk pergerakan di kota dan pengejaran sampai memasuki hutan.

Berbeda lagi dengan KOPASSUS yang memesan Komodo yang telah di-customized menjadi Battering Ram atau Kendaraan Pendobrak. KOPASSUS mempunyai satuan yang disebut Gultor (Penanggulangan Teror). Satuan ini memiliki tugas untuk mengatasi segala bentuk teror seperti penyanderaan, ancaman bom, dan lain-lain. Oleh karena itu, mereka membutuhkan kendaraan yang selain berfungsi sebagai alat pendukung mobilitas mereka di lapangan, tapi juga dapat digunakan untuk fungsi penanggulangan teror, salah satunya untuk menghancurkan bangunan.

Penetapan Undang-Undang nomor 16 tahun 2012 yang mengharuskan kerjasama luar negeri untuk menggunakan local content, juga menguntungkan Pindad dan juga memberikan angin segar bagi proyek Komodo ini. Saat ini tercatat beberapa pembeli potensial yang berasal dari dunia internasional, yang menyatakan ketertarikannya pada Komodo dan kini masih berada dalam tahap penjajakan kerjasama.

Proyek Komodo ini diperkirakan akan mendapatkan masa depan yang cukup cerah. Selain karena evolusi ukuran kendaraan tempur yang semakin menyusut, tim Pengembangan Produk Kendaraan Khusus Pindad memperkirakan jenis kendaraan seperti ini akan banyak diminati di masa depan. Ditambah lagi, Kementerian Pertahanan kini sedang sibuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF) untuk peralatan alutsista dan PT Pindad selalu menjadi pilihan utama untuk pemenuhan kebutuhan alutsista dalam sektor matra darat. Semoga saja, Komodo dapat menjadi milestone yang lain lagi dalam perjalanan sejarah PT Pindad. (Anggia Susada Mantarlia|Pindad)

Kekuatan Militer Indonesia Ranking 15 Dunia - Update GFP Tahun 2013

♠ Posted by Portal Militer in


Situs Global Fire Power GFP telah merilis hasil analisis tahun 2013 dengan memberikan penilaian yang obyektif untuk menunjukkan peta kekuatan militer negara-negara di seluruh dunia, peringkat GFP tahun ini setidaknya mengunakan lebih dari 40 faktor untuk menentukan Indeks skor keukuatan militer masing-masing negara ("PwrIndx"). 

Dari total 68 negara yang ada dalam database GFP dengan berdasarkan uji data yang mendukung kekuatan militer, setidaknya berdasarkan penilaian Jumlah Personnel, kekuantan pertahanan darat (Land System), kekuatan Udara (Air Power), kekuatan Pertahanan Laut (Naval Power), Persediaan Bahan bakar (Resources/Petroleum), Logistik, Finansial dan Luas Geograpi. Indonesia dengan nilai PwrIndx 0.7614 berada pada urutan ke-15 naik 3 peringkat dimana pada tahun 2012 Indonesia berapa pada urutan ke-18 dan masih menduduki urutan pertama kawasan ASEAN.

Urutan 10 besar ranking militer dunia dipegang secara berturut-turut : AS, Rusia, China, India, Inggris, Perancis, Jerman, Korea Selatan, Itali dan Brajil. Kemudian urutan 11 sampai dengan 20 besar adalah Turki, Pakistan, Israel, Mesir, Indonesia, Iran, Jepang, Taiwan, Kanada dan Thailand. Vietman yang akhir-akhir ini gencar belanja peralatan militer kelas dunia berhasil menduduki peringkat ke-25.

Berikut Penilaian GFP Untuk Indonesia

Indonesia PwrIndx: 0.7614
Rank : 15
MANPOWER 
Total Population: 242,325,638 [2012] 
Available Manpower: 129,075,188 [2011] 
Fit for Service: 107,538,660 [2011] 
Reaching Military Age Annually: 4,455,159 [2011] 
Active Frontline Personnel: 438,410 [2011] 
Active Reserve Personnel: 400,000 [2011]
LAND SYSTEMS  
Tank value includes MBT, light tanks and tank destroyer systems, wheeled or tracked. 
 Tanks: 400 [2012] 
Armored Fighting Vehicles: 506 [2012] 
Self-Propelled Guns: 647 [2012] 
Towed Artillery Pieces: 62 [2012] 
Rocket Projectors (MLRS): 50 [2012] 
Portable Mortar Systems: 3,350 [2012] 
Portable AT Weapons: 11,000 [2012]
Logistical Vehicles: 11,100
AIR POWER
Includes fixed-wing and rotary-wing aircraft from all branches of service.
All aircraft types accounted for including UAVs, transports, gunships, recon, naval, trainers, etc... 
Total Aircraft: 444 [2012] 
Helicopters: 187 [2012]
NAVAL POWER 
Aircraft Carrier value does not include helicopter carrier-type vessels. 
Total Strength: 150 (includes auxiliaries) 
Aircraft Carriers: 0 [2012] 
Frigates: 6 [2012] 
Destroyers: 0 [2012] 
Corvettes: 23 [2012] 
Submarines: 2 [2012] 
Coastal Craft: 70 [2012] 
Mine Warfare: 12 [2012] 
Amphibious Assault: 26 [2012]

 RESOURCES (PETROLEUM) 
 Oil Production: 982,900 bbl/day [2012] 
Oil Consumption: 1,115,000 bbl/day [2011] 
Proven Oil Reserves: 3,885,000,000 bbl/day [2012]

 LOGISTICAL
 Labor Force: 117,400,000 [2012] 
Merchant Marine Strength: 1,340 [2012] 
Major Ports and Terminals: 9 
Roadway Coverage: 437,759 
Railway Coverage: 5,042 
Serviceable Airports: 676 [2012]

 FINANCIAL (in USD) 
Defense Budget: $5,220,000,000 [2012] 
External Debt: $190,700,000,000 [2011] 
Reserves of Foreign Exchange and Gold: $110,100,000,000 [2012] 
Purchasing Power Parity: $1,139,000,000,000 [2012]

GEOGRAPHY (in km)
 Square Land Area: 1,904,569 km 
Coastline: 54,716 km 
Shared Border: 2,830 km  
Waterways: 21,579 km

TNI AL Akan Beli 11 Helikopter Antikapal Selam

♠ Posted by Portal Militer in


UNTUK  menambah kemampuan dalam operasi tempur laut, TNI Angkatan Laut saat ini sedang melaksanakan proses pengadaan 11 unit helikopter antikapal selam dan lima unit pesawat Patroli Maritim CN-235. 

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio, saat ini prosesnya ada di Kementerian Pertahanan RI dan anggarannya sudah dialokasikan.

“Hal ini merupakan cita-cita TNI AL, khususnya jajaran Puspenerbal untuk kembali memiliki armada helikopter antikapal selam. Efek penangkalannya sangat diperlukan oleh Indonesia, seperti peribahasa si vis pacem para bellum,” kata Laksamana TNI Marsetio di Apron Lanudal Juanda, Surabaya, Jumat (22/2/2013)

Kasal menjelaskan saat menjadi inspektur upacara Serah Terima Jabatan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) dari Laksamana Pertama TNI Sugianto  kepada Laksamana Pertama TNI I Nyoman Nesa.

Masih menurut Kasal, alutsista udara tersebut memiliki tingkat kehandalan yang tinggi, dan realisasinya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai yang telah direncanakan. Dengan adanya berbagai upaya modernisasi alutsista Penerbangan Angkatan Laut, melalui upaya penambahan berbagai jenis pesud tentunya akan diikuti dengan pemenuhan kebutuhan fasilitas dan dukungannya, baik pangkalan maupun fasilitas keselamatan penerbangan serta penambahan dan peningkatan Pangkalan Udara. 

Selain itu, lanjutnya, pembinaan penerbangan TNI Angkatan Laut harus tetap diimbangi dengan pembinaan kemampuan sumber daya pengawaknya secara teknis maupun taktis, dalam melaksanakan berbagai tugas operasi dan latihan, berdasarkan safety culture dengan metode manajemen resiko (risk management), guna mengurangi incident maupun accident yang dapat terjadi dengan tetap berpedoman pada zero accident.

"Sehingga peranan Komandan Puspenerbal sangat diperlukan dalam melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan penerbangan TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal Laksamana TNI Marsetio.

Komandan baru Puspenerbal Laksamana Pertama TNI I Nyoman Nesa, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korps Siswa Sekolah Staf dan Komando (Dankorsis Sesko) TNI sejak Juni 2012. Putra Bali kelahiran Denpasar, 11 Desember 1961 ini, merupakan Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-31 tahun 1986. Sedangkan Laksamana Pertama TNI Sugianto, selanjutnya akan bertugas sebagai Staf Ahli Tk. II Panglima TNI bidang Kesejahteraan Prajurit di Mabes TNI, Jakarta. (Pelita)

Kisah menegangkan helikopter TNI yang ditembaki di Papua

♠ Posted by Portal Militer in

Pesawat Helly Puma SA-330 dengan Nomor ekor HT-3318 ditembaki oleh orang tidak dikenal (OTK), pada pukul 8.15 WIT pagi di Helipad Lapangan Koramil Distrik Sinak Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (22/02).

Kapten pilot pesawat ini adalah Mayor Penerbang Asep Wahyu W dan Copilot Kapten Penerbang Tatag Onne S serta 4 orang crew. Peristiwa ini terjadi ketika pesawat sedang menunggu korban penembakan di Helipad Lapangan Koramil Distrik Sinak Mulia Kabupaten Puncak Jayapura untuk dibawa ke Bandara Mulia.

"Pesawat ini sedang melaksanakan misi untuk melaksanakan evakuasi terhadap korban penembakan terhadap anggota TNI di Sinap yang terjadi sehari sebelumnya," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus.

Sehari sebelumnya tanggal 21 Februari 2013 pesawat helikopter ini berangkat dari Sentani pada pukul 13.20 WIT namun gagal mendarat di Sinak karena cuaca kurang baik. Selanjutnya helikopter ini mendarat pada pukul 14.50 WIT di Bandara Mulia yang berjarak 15 menit penerbangan dari Sinak dan bermalam di sana.

Pada Jumat (22/2) pukul 07.48 WIT karena cuaca membaik helikopter terbang ke Sinak menuju Lapangan Koramil untuk mengambil korban penembakan. Helikopter mendarat pada pukul 8.15 WIT pagi di mana para crew tetap berada dalam pesawat dan tidak mematikan mesinnya menunggu kedatangan para korban.

"Namun sebelum korban berhasil dimasukkan dalam helikopter yang menunggu di lapangan Koramil terjadi penembakan terhadap helikopter ini," kata Azman dalam keterangan tertulisnya.

Penembakan tersebut mengenai bagian kaca samping kanan depan dari cockpit pesawat dan merusak salah satu bagian dari system autopilot meskipun tidak mengganggu fungsi alat tersebut dan performance terbang pesawat. Tembakan ini juga melukai tangan kiri dari Perwira Teknik Lettu Tek Amang Rosadi. Sementara kedua penerbang tidak mengalami cedera.

Penerbang membatalkan misi evakuasi dan segera kembali ke bandara Mulia dan mendarat di situ pada pukul 08.35 WIT. Situasi sangat berbahaya bagi keselamatan pesawat dan awaknya bila melanjutkan missi evakuasi di Sinap.

Setelah melakukan pemeriksaan dan secara teknis pesawat dinyatakan masih laik terbang meskipun ada bagian pesawat tertembak. Komandan Lanud Jayapura Kolonel Penerbang D. Yudhanardi mohon kepada Kolakops TNI agar pesawat diizinkan kembali ke Jayapura dengan alasan perkembangan situasi operasi di mana pesawat helikopter dan awaknya memerlukan perbaikan dan perawatan.

Selanjutnya pada Pukul 10.20 WIT atas perintah Kolakops TNI helikopter Puma ini diperintahkan kembali ke Lanud Jayapura Sentani.

Helikopter berangkat menuju Sentani sambil membawa dua korban penembakan di Distrik Tingginambut yaitu Lettu Inf Reza, dan jenazah Pratu Wahyu Bowo untuk diterbangkan ke hanggar Helly Lanud Jayapura. Pesawat mendarat pada pukul 11.45 WIT.

"Para korban termasuk Lettu tek Amang Rosadi selanjutnya dibawa dengan kendaraan darat untuk mendapat tindakan medis di Rumah Sakit TNI AD Marthen Indey Jayapura," jelas Azman.

Helikopter Puma TNI AU HT -3318 sudah berada di hangar TNI AU Lanud Jayapura menunggu pemeriksaan dan perbaikan kerusakan akibat penembakan.

Penembakan di Papua, Kamis lalu menewaskan delapan anggota TNI dan empat warga sipil. Pihak TNI dan polisi masih melakukan pengejaran pada kelompok sipil bersenjata tersebut. (Merdeka)

Pesawat Siluman Iran Hasil Rekayasa Photoshop?

♠ Posted by Portal Militer in


Memiliki jet tempur "siluman" yang tak terdeteksi radar merupakan kebanggaan bagi sebuah negara, tak terkecuali Iran yang beberapa waktu lalu merilis foto Stealth Fighter Qaher-313.

Dalam foto yang dipublikasikan oleh situs Khouz News tersebut, pesawat buatan dalam negeri Iran ini tampak sedang mengangkasa di atas pegunungan bersalju. Sekilas, tampak tak ada yang salah dengan gambar itu.

Namun, sebuah analisis oleh blogger Iran mengungkapkan hal sebaliknya: besar kemungkinan foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital.


Pasalnya, seperti yang dilansir oleh PetaPixel, jet tempur Qaher-313 dalam foto tampak sangat mirip dengan sebuah foto sebelumnya yang menampilkan pesawat yang sama saat acara perkenalan di Teheran, 2 Februari lalu.

Sudut pengambilan gambar, pantulan cahaya, bahkan bayangan-bayangan pesawat di antara kedua foto tampak identik.


Soal Gunung Damavand yang dijadikan latar belakang, gambar tersebut disinyalir telah diambil dari situs penyedia foto PickyWallpapers.com.

Para pejabat Iran sendiri menyangkal tuduhan rekayasa foto tersebut, dan mengatakan bahwa semua keraguan atas terbangnya Qaher-313 di angkasa Iran sebagai "propaganda musuh".

Sebelum ini, Iran juga pernah memublikasikan sejumlah foto yang keasliannya diragukan, seperti ketika negara tersebut mengklaim berhasil mengirim monyet ke angkasa dan menciptakan pesawat tanpa awak.

SUMBER: Kompas Online

Fighter TNI AU berlatih terbang malam

♠ Posted by Portal Militer in ,


Palangkaraya, Kalimantan Tengah (ANTARA News) - Selama dua pekan ini para penerbang tempur Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, berlatih terbang malam. Profesionalisme pelaksanaan tugas penerbang jet tempur TNI AU itu menjadi tuntutan yang harus diwujudkan.

Penerbangan malam jet-jet tempur dari Skuadron Udara 3, Skuadron Udara 11, dan Skuadron Udara 14, ini juga agar para penerbang tempur itu semakin mahir mengendalikan pesawat-pesawat tempur itu. Siapa yang bisa menjamin pelaksanaan misi tempur cuma terjadi pada siang hari?

Berbeda dengan siang hari, menurut keterangan pejabat TNI AU setempat, di Madiun, Rabu, terbang malam memiliki kesulitan yang lebih tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit. 

Sehingga dengan latihan itu, diharapkan para penerbang mampu menyesuaikan keadaan, sehingga keahlian dan kemampuan terbang meningkat.

Terbang malam hari itu program kerja Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi sebagai pangkalan operasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme serta untuk mengantisipasi pelaksanaan tugas dalam segala kondisi.

Komandan Pangkan Udara Utama TNI AU Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, menekankan kepada para penerbang berlatih terbang malam sesuai prosedur dan perhatikan perkembanagan cuaca mengingat saat ini musim hujan, serta tak kalah penting perhatikan keselamatan terbang dan kerja.

Dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16 Fighting Falcon, F-5E Tiger II, dan HS Hawk Mk-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi, Jawa Timur. (*)
Editor: Ade Marboen

BJ Habibie Sempat Akan Bikin Pesawat Penumpang Saingan Boeing 737-500

♠ Posted by Portal Militer in

Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ternyata pernah berencana mengembangkan pesawat penumpang bermesin jet, N-2130. Pesawat komersial berkapasitas 130 penumpang itu, awalnya akan dikembangkan setelah N-250, berhasil diuji coba sekitar 1996. 

Direktur Utama PT DI Budi Santoso menuturkan, pesawat tersebut oleh BJ Habibie kala itu, siap dikembangkan dengan dana US$ 2 miliar. Bahkan spesifikasi rancangan mesin dan desain pesawat kala itu telah mengungguli atau lebih moderen serta efisien dibandingkan pesawat penumpang asal pabrikan Amerika Serikat yakni Boeing 737-500 seri klasik.

"Itu (N-2130) di atas kertas lebih baik dari Boeing 737-500," tutur Budi kepada detikFinance di Kantor Pusat Dirgantara Indonesia, Jalan Pajajaran Bandung, Jumat (15/2/2013).

Kala itu, N-2130 diproyeksikan siap beroperasi dan terbang melayani masyarakat mulai 2005. Budi menuturkan, seandainya proyek N-2130 berjalan, maka maskapai penerbangan komersial di tanah air seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Mandala, Sriwijaya, Merpati Nusantara, dan maskapai lainnya akan menggunakan pesawat N-2130 tersebut.

"Sebelum 2005-2006 sudah terbang (di rencana). Ini (N-2130) bisa menguasai pasar Indonesia. Jadi ini (Boeing seri 737) nggak akan merajalela di sini (Indonesia),” tambah Budi sambil menunjuk miniatur N-2130 di ruangannya.

Namun rencana itu harus pupus karena Presiden Soeharto mengehentikan kucuran dana PT DI saat krisis ekonomi 1998. Hal itu dilakukan berdasarkan desakan International Monetary Fund (IMF) yang bertindak sebagai kreditor ke Indonesia.

BJ Habibie Rancang N-2130, Boeing dan Airbus 'Ketar-ketir'

♠ Posted by Portal Militer in


Bandung - Setelah sukses melahirkan N-250 Gatotkaca dan Krincing Wesi pada Agustus 1996, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di bawah besutan BJ Habibie pernah berencana melahirkan prototipe pesawat lebih maju. 

Habibie mendesain pesawat penumpang komersial bermesin jet asli karya Indonesia, yakni N-2130 yang rencananya beroperasi mulai 2005 lalu. Pesawat N-2130 berpenumpang 130 orang ini dikonsep memiliki pasar serupa dengan pesawat Boeing seri 737-500 atau Airbus seri A320. 

Direktur Utama PT DI Budi Santoso bercerita, rencana BJ Habibie kala itu membuat raksasa produsen pesawat dunia yaitu Boeing dan Airbus ketar-ketir.

"Dikembangkan pasca N-250. Mungkin kesalahan ini mengembangkan N-2130. Mulai masuk pasarnya Boeing. Mungkin waktu IMF masuk ke sini, pesan sponsor di sana tolong matikan," tutur Budi kepada detikFinance di Kantor Pusat PTDI, Jalan Pajajaran, Bandung, Jumat (15/2/2013).

Budi memprediksi, Seandainya waktu itu proyek pesawat jet N-2130 tidak dikembangkan, pesawat penumpang bermesin propeler yakni N-250, mungkin tidak akan mangkrak seperti saat ini.

"Kalau ini (Boeing dan Airbus) terganggu pasarnya. Mulai gunakan politik mematikan. Mungkin kita kalau nggak bikin N-2130, N-250 bisa jadi (berhasil) karena itu (N-250) bukan pasarnya perusahaan besar. Bukan pasar Airbus dan Boeing," cetusnya.

Hari ini, proyek N-2130 hanya tinggal secarik kertas yang tak pernah terwujud barangnya. Di ruang pamer pesawat PT DI terdapat prototipe N-2130 yang belum selesai dikembangkan. 

Budi menuturkan, dengan nilai uang saat ini, biaya mengembangkan N -2130 versi terbaru setidaknya mencapai US$ 6 miliar hingga US$ 10 miliar.

"N-2130 hanya jadi kertas saja. Bikin baru seperi ini (N 2130) perlu US$ 6 miliar-US$ 10 miliar. Itu harga tahun ini, kalau harga tahun itu berbeda (dulu senilai US$ 2 miliar)," cetusnya.




(feb/dnl) 

CN 295 Buatan PT DI Siap Mejeng di Langkawi Airshow Malaysia

♠ Posted by Portal Militer in

Jakarta - Pesawat militer CN-295 produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) siap dipamerkan pada acara Langkawi Airshow, di Malaysia tanggal 26-28 Maret 2013. Pesawat generasi terbaru dari CN 235 tersebut merupakan produk hasil kerjasama dengan Airbus Military, Spanyol. 

Dirut PT DI Budi Santoso menuturkan pihaknya akan membawa dan memamerkan produk unggulan terbaru ini di acara pameran produk-produk kedirgantaraan sipil dan militer di Malaysia tersebut.

"Yang akan dipamerkan CN 295, dulu kita pamerkan CN 235. Ini punya angkutan udara (TNI AU)," tutur Budi kepada detikFinance, Selasa (19/2/2013).

Pesawat yang dibandrol dengan harga 25 juta euro ini atau sekitar Rp 325 miliar, nantinya untuk pangsa pasar Asia akan diproduksi dan dipasarkan oleh PT DI di Bandung
sementara untuk pasar di luar Asia akan diproduksi oleh Airbus Military. 

Budi menuturkan, Malaysia juga berniat membeli CN 295 setelah sebelumnya memiliki 8 unit CN 235 yakni 6 unit CN 235-220M Military Transport dan 2 unit CN 235-220M VIP. "Kalau jual per unit 25 juta euro," tambahnya

Selain memiliki produk baru hasil kerja sama dengan Airbus Military, PT DI juga memiliki 6 produk pesawat yakni NC 212-200, C212-400, CN 235-220M, CN235-200MPA Helikopter Bell 412 EP dan Helikopter Super Puma. Untuk dua tahun ke depan, PT DI siap meluncurkan pesawat baling-baling berpenumpang 19 orang yakni, N 219 asli rancangan putra-putri Indonesia.



(feb/hen) 

Modernisasi Alutsista TNI Dipercepat

♠ Posted by Portal Militer in


Jakarta - Kementerian Perhatanan menargetkan dapat mempercepat realisasi program modernitasi alat utama sistem persenjataan TNI hingga kekuatan pokok minimun. Target awal program pada 2014 diharapkan dapat dipenuhi pada 2019.

"Kita tidak perlu menunggu sampai 2024, bisa dipercepat 2019 untuk mencapai kekuatan pertahanan kita sampai kepada minimum essential forces," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantor Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2013).

Salah satunya adalah mempercepat penamahan 10 unit pesawat angkut Hercules tipe C-130A untuk TNI AU. Sebanyak empat unit di antaranya merupakan hibah dari Australia sementara enam sisanya adalah unit yang dibeli dalam kondisi baru.

"Sekarang sebagian sudah dalam proses produksi. Sebagian lagi sudah datang. Kita harapkan akhir semester pertama 2014 sudah hadir," imbuhnya.

Selain pesawat angkut militer, TNI AU juga akan mendapatkan tambahan satu lagi squadron pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia dan F-16 dari Amerika Serikat. Sedangkan TNI AL akan diperkuat dengan kapal selam.

"Totalnya ada 45 alutsista yang besar," jelas menhan dalam keterangan pers hasil evaluasi Isu-Isu Pertahanan 2013 sore ini.

(lh/lh)

Serangan Cyber Apple-Facebook Didalangi China?

♠ Posted by Portal Militer in


Washington - Baru-baru ini, berturut-turut sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) menjadi korban hacking. Di antara korban tersebut, di antaranya ada perusahaan besar sekelas Facebook, Twitter dan Apple. 

Selain tiga perusahaan tersebut, The New York Times, The Wall Street Journal, The Washington Post dan Departemen Energi AS pun jadi sasaran. Belum ada pernyataan resmi mengenai siapa di balik serangan ini. Namun sejumlah temuan mengarahkan tudingan pada China. 

Perusahaan keamanan cyber Mandiant menduga, militer China melakukan operasi spionase cyber yang canggih terhadap puluhan perusahaan AS dan Kanada. Kesimpulan sementara ini didapat berdasarkan hasil temuan mereka. 

Sebanyak 60 halaman laporan yang mereka rilis, memperlihatkan adanya keterkaitan serangan dengan sekelompok hacker China dan pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut. 

Seperti dilansir CNN, Rabu (20/2/2013), hasil pelacakan Mandiant bermuara pada jaringan spesifik di Shanghai. Beberapa di antaranya bahkan mengarah pada markas salah satu kelompok militer rahasia China.

Celah keamanan pada Java dituding sebagai yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan cyber baru-baru ini. Departemen Keamanan Nasional AS sudah memberikan peringatan akan bahaya software ini Januari silam.


(rns/ash)

Penerimaan Calon Taruna Akademi Militer 2013

♠ Posted by Portal Militer in

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, memberikan kesempatan kepada pemuda Indonesia untuk menjadi Perwira TNI AD melalui Akademi Militer. Bagi mereka yang memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Masa penerimaan tahun 2013, dilaksanakan sejak 4 Februari-28 Maret 2013. Sesuai dengan rilis yang diterima Tribun Medan, Selasa (12/2) pendaftaran bertempat di Ajendam I/BB Sub Panda Medan, Ajenrem 022/PT Sub Panda Pematang Siantar, Ajenrem 023/KS Sub Panda Sibolga,  Ajenrem 031/WB Sub Panda Pekan Baru dan Ajenrem 032/WBR Sub Panda Padang. Atau pendaftaran secara Online melalui Website penerimaan prajurit TNI di alamat
http://rekrutmen_tni.ilmci.com.

Bagi yang mendaftar secara online, kemudian datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menunjukkan dokumen asli dan menyerahkan fotokopi masing-masing 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir. Diantaranya, Kartu Kewarganegaraan (bagi keturunan WNA), Ijazah SD, SMP, SMA beserta SKHU. Bagi mereka yang masih duduk di kelas III SMA agar melampirkan Raport kelas I s.d III Semester I serta membawa surat keterangan dari kepala sekolah, bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta UAN.

Bagi  yang  berminat  menjadi Perwira  TNI AD  dapat mendaftarkan  diri  dengan persyaratan : Warga Negara Indonesia pria, Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta bukan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS.

Umur pada saat masuk pendidikan tanggal 1 Agustus 2013 tidak kurang dari 17 tahun 9 bulan dan tidak lebih dari 22 tahun. Berkelakuan baik disertai dengan SKCK(Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari Polres setempat dan tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Berbadan sehat (jasmani dan rohani).

Lulus SMA/Madrasah Aliyah, atau setara, Jurusan/program IPA/IPS dengan persyaratan Danem atau Nilai Ujian Akhir Nasional sebagai berikut : Lulusan Tahun 2009 s.d. 2010 Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata tidak kurang dari 6,5 (dari 10 mata pelajaran), bagi calon yang menggunakan kaca mata/lensa kontak dengan ukuran Maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5.

Lulusan Tahun 2011 Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata tidak kurang dari 7 dan tidak ada nilai di bawah 6 (gabungan nilai Ujian Nasional dan Nilai sekolah), bagi calon yang menggunakan kaca mata/lensa kontak dengan ukuran Maksimal 1 Dioptri dan nilai rata-rata tidak kurang dari 8 dan tidak ada nilai ada di bawah 7.

Lulusan tahun 2012, lulus Ujian Akhir Nasional dengan nilai rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian sekolah) minimal 7,25 dan tidak ada nilai ada di bawah 6, bagi calon yang menggunakan kaca mata/lensa kontak dengan ukuran Maksimal 1 Dioptri nilai rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian Sekolah) minimal 8,25 dan tidak ada nilai dibawah 7. Lulusan Tahun 2013 akan ditentukan kemudian.

Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan. Tinggi badan tidak kurang dari 165 cm. Sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi perwira TNI dan bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Harus ada persetujuan dari Orang Tua/Wali. Harus mengikuti dan lulus pemeriksaan/pengujian yang meliputi : Administrasi, Kesehatan badan dan jiwa, Jasmani (Postur lahiriah dan kemampuan), Test Wawancara, Psikologi, Akademik. Persyaratan lain : tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali karena ketentuan Agama/Adat.

Bagi yang memperoleh ijazah dari Negara lain, harus mendapat pengesahan dari Depdiknas.

Indonesia Produksi Pesawat Tanpa Awak

♠ Posted by Portal Militer in ,


Sebagaimana diberitakan VivaNews Pemerintah akan menggenjot pengembangan pesawat tanpa awak atau nir awak. Pesawat ini dianggap sangat dibutuhkan di Indonesia karena banyaknya wilayah di tanah air yang tidak bisa dijangkau oleh manusia.

Daerah-daerah yang sulit dijangkau itu misalnya terletak di gunung berapi. Padahal, daerah-daerah tersebut kerap perlu didatangi untuk kepentingan penelitian. “Maka sesuai rencana, dalam waktu dekat ini pemerintah akan memproduksi pesawat tanpa awak,” kata Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, di Yogyakarta, pada Jumat 5 Oktober 2012 lalu.

Ia menjelaskan, pembuatan pesawat tanpa awak ini sejalan dengan program pemerintah mengembangkan produksi dan teknologi pesawat tempur,  bekerja sama dengan Korea Selatan. “Termasuk juga pengembangan pesawat yang nanti dapat digunakan oleh Polri,” ujar Gusti.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menjalin kerja sama industri pertahanan, salah satunya dengan memproduksi bersama jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) mulai tahun 2020. Saat ini kedua negara tengah mengerjakan technical development test, sementara prototipe pesawat ditargetkan selesai pada 2013.

Menristek menyatakan, pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti pesawat dan senjata di Indonesia memang terkesan tertinggal dari negara lain. Menurutnya, hal itu karena perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan di Indonesia, belum diberi kesempatan maksimal untuk membuktikan kemampuannya.

“Tapi setelah Presiden memerintahkan pengembangan alutsista dengan membeli produk dalam negeri, maka sekarang terlihat perkembangannya sangat pesat,” kata Gusti. Buktinya, panser Anoa produksi Indonesia kini dipesan oleh Malaysia.

Semoga pemerintah segera menindaklanjuti pengadaan pesawat tanpa awak ini karena ini merupakan kebutuhan utama selain kapal selam. Jangan lupa meninggalkan jejak anda (komentar).

Markas Militer US Di Indonesia Ada Apa?

♠ Posted by Portal Militer in ,


Dalam kunjungan pertamanya ke Jakarta sebagai Panglima Komando Militer AS di Kawasan Pasifik (PACOM), Laksamana Samuel J. Locklear III menegaskan bahwa posisi Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia Pasifik kini makin strategis di tengah perubahan dinamika kekuatan global. Itulah sebabnya AS dalam beberapa tahun terakhir menitikberatkan kepentingan keamanannya di Asia Pasifik. 

Dalam kunjungan selama tiga haari di Indonesia ini, Locklear tidak hanya menemui para petinggi keamanan dan militer setempat. Dia juga merasa perlu menemui para cendekiawan, mahasiswa hingga jurnalis dalam suatu acara di Jakarta, Jumat 8 Februari 2013, untuk menjelaskan pandangannya soal pergeseran fokus keamanan AS ke Asia Pasifik, yang pertama kali diumumkan Presiden Barack Obama pada November 2011. 

Locklear menyebut pergeseran fokus itu sebagai "Perimbangan Kembali (Rebalance) Peran AS di Asia Pasifik." Dia menegaskan perimbangan yang dimaksud bukan bersifat konfrontatif atau untuk menyudutkan negara atau pihak tertentu. "Ini bukan hanya menyangkut militer tapi juga kebijakan, diplomasi, dan perdagangan... Perimbangan ini adalah suatu strategi kolaborasi dan kerjasama," kata Locklear.     

Setelah mengakhiri perang di Irak dan Afganistan, AS menggeser fokus kepentingan keamanannya ke kawasan ini. Itulah sebabnya lebih dari setengah kekuatan militer laut AS kini ditugaskan beroperasi di kawasan yang terdiri dari beragam negara itu, termasuk Indonesia. 

Maka itu, tidaklah heran bila kini Laksamana Locklear memimpin komando gabungan militer terbesar yang dimiliki AS. Wilayah operasi PACOM meliputi Asia Pasifik, Asia Timur, dan Asia Selatan. PACOM dibekali seperlima dari total kekuatan militer AS dan akan memimpin 60 persen dari armada Angkatan Laut Amerika. Saat ini, armada militer AS di Pasifik diperkuat oleh lima kapal induk dengan kekuatan pendukung, yaitu 180 kapal, 1.500 pesawat, dan 100.000 personel militer aktif.    

Locklear memaparkan betapa pentingnya Asia Pasifik bagi kepentingan keamanan negaranya. "Selama hampir setahun menjabat sebagai panglima, saya makin kagum atas beragamnya kompleksitas di kawasan ini, yang melingkupi lebih dari separuh permukaan Bumi dan lebih dari setengah jumlah populasinya. Kawasan ini punya keragaman yang luar biasa secara sosial, budaya, ekonomi, dan geopolitik," kata Locklear. 

Dia pun memaparkan data yang cukup spesifik dalam menegaskan betapa banyak dan beragamnya kekuatan di Asia Pasifik saat ini dan itu menjadi perhatian utama AS. "Kawasan ini punya dua dari tiga ekonomi terbesar di dunia dan tujuh dari 10 negara terkecil di muka bumi," kata Locklear. 
"Asia Pasifik juga punya negara yang berpenduduk paling banyak di dunia, dan juga negara demokratik terpadat, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak, dan republik terkecil," lanjutnya. 

Locklear memaparkan bahwa dari segi bisnis dan perdagangan, Asia Pasifik juga sangat strategis. Kawasan ini "memiliki sembilan dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, dan jalur-jalur laut paling sibuk yang menghasilkan lebih dari US$8 triliun dari arus perdagangan dua arah yang melibatkan setengah dari total kargo kontainer dunia dan 70 persen dari kapal-kapal pengangkut bahan energi melintasi lautan Pasifik setiap hari," kata Locklear. 

Di sisi pertahanan dan keamanan, Asia Pasifik dianggap AS sebagai kawasan yang paling banyak diperlengkapi kekuatan militer. "Kawasan ini punya tujuh dari 10 kekuatan militer terbesar. Lalu, angkatan-angkatan laut terbesar dan paling mutakhir berada di Asia Pasifik." 
Selain itu, tidak boleh diabaikan bahwa lima dari negara-negara kekuatan nuklir dunia berada di kawasan ini.
"Semua aspek itu, bila dikumpulkan, menghasilkan suatu kompleksitas strategis yang unik," kata Locklear, yang selama kunjungannya ke Jakarta menemui Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan para pejabat tinggi Indonesia lainnya. 

"Jadi, kini ada sebanyak hampir 350 ribu personel militer AS yang berdinas dan tinggal di Asia Pasifik dan bersama mereka juga ada hampir 70 ribu anggota keluarga mereka... Saya tegaskan bahwa Amerika merupakan kekuatan Pasifik. Tidak hanya terletak di Pasifik, namun kami juga punya ikatan sejarah dan ekonomi dengan para negara tetangga sehingga mereka menyadari bahwa kita punya kepentingan yang signifikan sebagai sama-sama negara di Asia Pasifik," kata Locklear. 

Locklear menyatakan tidak ambil pusing atas ancaman pengurangan anggaran militer, seperti yang diwanti-wanti oleh Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, baru-baru ini karena anggaran baru belum kunjung disetujui Kongres. Masalah ini, kata dia, tidak saja dialami oleh militer namun juga melanda pos-pos anggaran lainnya di tubuh pemerintah AS. 

"Militer kami memang harus mengantisipasi perkembangan itu... Namun, kabar baiknya, Presiden Obama sebelumnya menyatakan bahwa Asia Pasifik menjadi prioritas bagi militer kami di masa depan. Tidak saja militer namun juga kerjasama di bidang-bidang lain. Jadi, saya perkirakan justru akan ada banyak interaksi di kawasan ini," kata Locklear.  

Soal China

Sebagai panglima PACOM, Locklear mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi negara-negara Asia Pasifik. Salah satunya adalah perubahan iklim, yang berdampak pada cuaca dan permukaan laut. 
"Kondisi itu berpengaruh bagi keamanan masa depan banyak negara di kawasan ini sehingga kita harus paham bagaimana menghadapinya," katanya.
Ancaman-ancaman lain dari aktor non negara seperti organisasi ekstremis yang menggunakan kekerasan, organisasi teroris, perdagangan narkoba dan lain-lain, juga terus mendatangkan masalah. 

Asia Pasifik pun kini masih dihadapkan pada konflik perbatasan dan kepemilikan wilayah. Akses dan kebebasan di wilayah laut dan dunia siber juga dilihat menjadi tantangan yang kian meningkat. Rawannya situasi di Semenanjung Korea pun masih jadi soal. Begitu pula dengan bangkitnya China dan India sebagai kekuatan ekonomi baru. 

Selain itu, tidak seperti aliansi keamanan NATO di kawasan Amerika dan Eropa, tidak ada suatu mekanisme pemerintahan tunggal di Asia Pasifik yang menyediakan suatu kerangka bersama dalam menyelesaikan konflik. "Itulah sebabnya perimbangan kembali posisi AS menjadi penting bagi Asia Pasifik. Ini menjadi dasar bagi banyaknya peluang kerjasama AS dengan para negara mitra di kawasan," kata Locklear.  

Dia juga meluruskan sikap AS atas berkembangnya pengaruh China di Asia Pasifik. Menurut dia, pola hubungan kedua negara itu tidak sedramatis seperti yang digambarkan media massa. AS, bagi Locklear, tidak melihat China sebagai ancaman walaupun saat ini sedang bersitegang dengan negara-negara sekutu AS, seperti Jepang dan Filipina, menyangkut masalah teritori. 

Locklear tidak setuju dengan anggapan yang beredar saat ini bahwa AS tengah berupaya "mengurung China untuk membendung pengaruhnya di kawasan". Strategi yang diterapkan Washington, menurut Locklear, adalah justru terus berupaya melibatkan negara komunis itu untuk ikut bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di Asia Pasifik.  

"Kami mengupayakan hubungan yang bertahan lama dengan China, termasuk hubungan militer ke militer. Kami berharap bisa mengesampingkan perbedaan-perbedaan pandangan yang ada dan fokus dalam hubungan yang sama-sama memberi manfaat bersama, seperti memerangi perompakan dan terorisme, melindungi jalur komunikasi laut, kerjasama bantuan kemanusian dan penanggulangan bencana," kata Locklear.  

Peran Indonesia 

Sebelum datang ke Jakarta, dalam wawancara singkat melalui telepon dengan VIVAnews, Laksamana Locklear menjelaskan bahwa Indonesia termasuk mitra utama bagi AS dalam menjaga stabilitas di Asia Pasifik. Itulah sebabnya dalam kunjungan ke Jakarta, dia juga menegaskan perlunya pengembangan dan penguatan kerjasama keamanan antara AS dan Indonesia. 

Salah satu yang jadi prioritas kedua negara adalah kerjasama keamanan maritim. "Ini merupakan salah satu elemen yang penting bagi kedua negara, mengingat Indonesia berada di persimpangan dua lautan besar dan juga di salah satu jalur distribusi yang paling penting di dunia. "Kepemimpinan negara Anda di wilayah ini dan begitu juga dukungan kami atas kepemimpinan negara Anda di kawasan ini akan menjadi kunci untuk bergerak maju," kata Locklear.
Banyak yang telah direncanakan pemerintah kedua negara untuk memperkuat kerjasama itu. "Begitu pula akan banyak latihan bersama dan juga latihan di tingkat multilateral yang makin meningkat," kata Locklear. 

Dalam kunjungannya di Jakarta, dia mengatakan bahwa kerjasama antarmiliter kedua negara, terutama sejak 2005, juga semakin erat. "Ini juga termasuk pada kerjasama yang dijalin angkatan laut dari kedua negara. Mengingat letak Indonesia sebagai negara kepulauan di persimpangan yang strategis, kami berharap berbagai kerjasama, seperti berbagi informasi soal situasi keamanan di laut, bisa terus dikembangkan," kata Locklear, yang menjadi Panglima PACOM sejak Maret 2012. 

Dalam suatu diskusi beberapa hari sebelum kunjungan Locklear, seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut mengungkapkan bahwa Indonesia memegang posisi yang sangat penting bagi banyak negara besar, termasuk AS. "Wilayah kita ibarat pusat gravitasi keamanan maritim. Itulah sebabnya banyak negara yang ingin meningkatkan kerjasama yang lebih baik dengan Indonesia," kata Kolonel Laut Judijanto, perwira dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal).  

Kepala Pusat Olah Yudha (War Game Centre) di Seskoal itu mengingatkan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia, termasuk meliputi sektor keamanan maritim. Beberapa negara lain juga menjalin kemitraan serupa, seperti China, Korea Selatan, dan Jepang. "Bahkan Uni Eropa pun ingin menjalin kerjasama dengan kita. Begitu pula Inggris," kata Judijanto.

Dia pun menunjukkan betapa pentingnya perairan-perairan Indonesia bagi perdagangan dan pelayaran internasional. "Setiap tahun, 63 ribu kapal melintas Selat Malaka; 3.500 di Selat Sunda, dan 3.900 di Selat Lombok." 
Di Selat Malaka, tonase kapal-kapal dagang yang melintas setiap tahun mencapai 525 juta ton dengan nilai US$390 miliar, di Selat Sunda sebanyak 15 juta ton dengan nilai total US$5 miliar, sedangkan di Selat Lombok sebanyak 140 juta ton senilai US$40 miliar.

Presentasi Judijanto itu mendukung penilaian Duta Besar David Merrill--diplomat veteran yang kini memimpin lembaga persahabatan AS-Indonesia, Usindo, yang menjadi penyelenggara diskusi--yang sebelumnya memaparkan bahwa Indonesia memiliki tiga selat kunci bagi perdagangan dan pelayaran global, yaitu Malaka, Sunda, dan Lombok.

"Itulah yang membuat Indonesia punya peran esensial dalam mempertahankan keamanan maritim di Asia Pasifik, begitu pula dengan perdagangan dan pelayaran global," kata Merrill. (kd)


Sumber: Vivanews

Lanjutkan Pesawat N-250 Besutan Habibie, PT DI Butuh Rp 9,6 Triliun

♠ Posted by Portal Militer in ,


PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berencana membangkitkan kembali pesawat N-250 peninggalan BJ Habibie. Untuk bisa terbang dan diproduksi massal, BUMN penerbangan ini membutuhkan dana US$ 1 miliar atau Rp 9,6 triliun.

Dana ini digunakan untuk proses pengembangan ulang hingga menjadi pesawat baru siap produksi. 

"Untuk melanjutkan N-250 sampai tersertifikasi dan diproduksi menghabiskan US$ 1 miliar," tutur Direktur Utama PT DI Budi Santoso kepada detikFinance, Selasa (5/2/2013).

Mahalnya biaya untuk melahirkan The New N-250 membuat Dirgantara Indonesia harus betul-betul melakukan studi tentang pangsa pasar dari pesawat yang berhenti dikembangkan sejak 1998 ini.

Selain itu, Budi mengaku BUMN ini tidak bisa berdiri sendiri untuk mendukung pembiayaan The New N-250, sehingga membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan investor.

"Kita belum berani (produksi lagi) sampai kita meyakini. Kita sedang buat studi pasarnya. PT DI jangan sampai salah, kalau salah kita habiskan US$ 1 miliar untuk bikin," tambahnya.

Nantinya, ketika hasil studi pasar dalam waktu 6 bulan ke depan menunjukkan pesawat N-250 layak dilanjutkan, Budi menjelaskan pada pesawat The N-250 akan terjadi perombakan terhadap mesin dan onderdil pesawat. Hal ini dilakukan karena ada beberapa komponen yang sudah diproduksi lagi.

"Sertifikasi harus diulang dan akan diganti, mesin ganti, kalau mesin (N-250 versi lama) sekarang konsumen terbesarnya militer," sebutnya.

The New N-250 nantinya 60% komponennya berasal dari impor, dan sisanya diproduksi di dalam negeri. Namun desain pesawat, 100% dirancang oleh Dirgantara Indonesia.

"Mungkin 50-60% harus dibeli dari luar seperti mesin dan lain-lain," pungkasnya.



(feb/dnl) 

Senator AS ejek Ahmadinejad

♠ Posted by Portal Militer in

Yesi Syelvia - Sindonews

Senator Amerika Serikat (AS) John McCain membandingkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dengan monyet yang diluncurkan Iran ke luar angkasa pada pekan lalu.

Ejekan ini dilontarkan McCain setelah Ahmadinejad mengutarakan mimpinya untuk menjadi astronot pertama Iran. Ucapan ini sontak menyulut api di media sosial Twitter, Selasa (5/2/2013).

"Jadi, Ahmadinejad ingin jadi warga Iran pertama yang dikirim ke luar angkasa, bukankah dia sudah ada di sana minggu lalu?" Tweet McCain dalam akunnya, seperti dilansir Daily Mail.

Para pengguna akun jejaring sosial tersebut menanggapi tweet senator Arizona itu dengan ungkapan positif dan negatif. Namun, sebagian besar pengguna Twitter menanggapi pernyataan itu sebagai pernyataan rasis.

"Ini benar-benar menjijikkan. Mengkritisi Ahmadinejad secara halus boleh saja. Tapi, ungkapan rasis tidak dapat dibenarkan," tweet Rachel Moss, seorang warga Amerika Serikat (AS).

Sementara, Justin Amash, Anggota Kongres dari Partai Republik mengatakan, "mungkin Anda harus lebih bijaksana dan tidak membuat lelucon rasis."

Dia nampaknya menyesal setelah membuat ungkapan tersebut dan membuat sebuah Tweet defensif. "Ini hanya sebuah lelucon, tidakkah semua orang bisa diajak bercanda," Tweet McCain dalam akunnya.

(esn)

Ketegangan di Laut China Timur kian meningkat

♠ Posted by Portal Militer in ,


Sebuah kapal fregat milik militer China dilaporkan telah mengunci target pada kapal Angkatan Laut Jepang. Ini adalah kejadian pertama, persiapan penggunaan senjata terjadi di antara kekuatan kedua negara. Fakta ini kian meningkatkan ketegangan di wilayah Laut China Timur. 

"Pada 30 Januari, sesuatu yang seperti radar kontrol tembakan diarahkan pada kapal Pengawal Bela Diri Maritim Jepang di Laut China Timur," kata Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera kepada wartawan di Tokyo, Selasa (5/2/2013).

"Kementerian pertahanan hari ini menegaskan, bahwa radar untuk menargetkan telah digunakan," lanjut Onodera, seperti dikutip dari Japan Today. Ia menambahkan, bahwa sebuah helikopter militer Jepang juga dikunci dengan radar yang sama pada 19 Januari. 

Namun, Onodera tidak menjelaskan, apakah helikopter itu tengah berada di udara atau di geladak kapal pada saat dikunci oleh radar China. Menurut para pejabat militer Jepang, penguncian target oleh radar China berlangsung dalam hitungan menit.

"Mengarahkan radar tersebut sangat normal," katanya. "Kami mengakui itu bisa menciptakan situasi yang sangat berbahaya, jika terjadi salah langkah. Kami meminta pihak China untuk menahan diri dari mengambil tindakan berbahaya tersebut,” lanjut Onodera.

Hisao Iwashima, seorang analis pertahanan Jepang, yang juga mantan pejabat di Japan National Institute for Defense Studies mengatakan, Beijing harus menjelaskan apa yang sudah dilakukan oleh Angkatan Lautnya.

“Itu bisa saja tes, tetapi pihak Jepang tidak akan tahu apakah itu tes atau bukan, jika hal itu akan menyebabkan peluncuran," katanya. "Pihak Cina bertanggung jawab untuk menjelaskan mengapa mengambil tindakan berpotensi berbahaya tersebut," lanjutnya.


(esn)

Militer Indonesia berencana untuk membelanjakan 16,7 milyar dolar AS sampai tahun 2015

♠ Posted by Portal Militer in ,

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang didukung oleh kepemimpinan militer dan memperoleh dana anggaran sebesar 16,7 milyar dolar AS, akan terus maju dengan rencana tiga tahunnya untuk memperkuat dan melakukan modernisasi persenjataan militer Indonesia.

Indonesia berada dalam perjalanan untuk mempengaruhi percaturan dunia, demikian menurut seorang analis - suatu ambisi yang dapat ditelusuri sejak proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945 dari penjajahan Belanda. Dengan laju pertumbuhan saat ini, Indonesia dapat menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terkuat sebelum tahun 2040, demikian ramalan para pejabat.

Sebagai inti dari komunitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara [ASEAN] dan negara terbesar di komunitas Asia Tenggara, modernisasi pertahanan Indonesia berkemungkinan untuk menempatkan negara ini sebagai pembelanja militer utama di wilayah tersebut. Dan karena jalur reformasi Indonesia ke arah konsolidasi demokratis, para pengamat mengatakan bahwa kemunculan kekuatan militer negara ini tidak perlu dikhawatirkan akan mengalami destabilisasi.

Pergeseran dramatis kebijakan pertahanan Indonesia muncul setelah kekosongan 10 tahun pembelanjaan militer akibat kekurangan dana, setelah negara tersebut berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan usaha perkembangan. Peningkatan pada tahun 2012 menghadirkan 30 persen dari anggaran nasional negara ini. Angkatan Udara dan Laut Indonesia diharapkan menjadi penerima terbesar dari hasil peningkatan anggaran pertahanan ini.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pertumbuhan dalam anggaran pertahanan tersebut dimaksudkan sebagai usaha untuk "memperkuat posisi militer, demi menjamin keberhasilan misi untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.”

Rencana pengembangan militer tersebut mencakup pembelian kapal penghancur berpeluru kendali, tank, sistem peluncuran roket majemuk, jet tempur, kapal selam dan persenjataan militer lainnya.

Senjata yang dikembangkan secara domestik dan dibeli di luar negeri ini akan didukung teknologi terbaru. Strategi modernisasi ini memiliki harga yang sangat mahal: 2,5 milyar dolar AS untuk 10 frigat ringan yang dikembangkan oleh produsen kapal negara PAL; 2 milyar dolar AS untuk empat kapal selam; dan 6 milyar dolar AS untuk tambahan pesawat jet tempur Sukhoi dan F16.

Anggaran ini juga dimaksudkan untuk meliputi kebutuhan non-senjata yang berhubungan dengan pertahanan nasional, termasuk aktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan pegawai negeri dalam angkatan bersenjata Indonesia.

Anggaran ini akan berfokus pada pembelian produk domestik, demikian kata Yugiantoro. Jika tidak terdapat ketersediaan materi yang diproduksi secara domestik, akan digunakan para produsen asing dengan syarat penggunaan metode produksi gabungan. Dan impor produk asing juga akan dipantau demi memastikan manfaatnya bagi Indonesia.

Komite Tingkat Tinggi [HLC] negara ini akan menyediakan pengawasan guna mengendalikan pemantauan dan laju perluasan sektor pertahanan sampai tahun 2014, demikian ungkap menteri pertahanan.

HLC yang diketuai oleh wakil menteri pertahanan, akan mencakupkan perwakilan dari beberapa divisi pemerintah, termasuk keuangan, perencanaan, audit, dan badan pemerintah khusus yang bertanggung jawab untuk melakukan pembelian barang serta jasa.

“Tujuan utama dari tim pengendali ini adalah mulai dari awal tahap perencanaan seperti halnya juga selama tahap penerapan, untuk memantau keuangan dan pembelian bagi sektor pertahanan ini,” demikian yang dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Angkatan Udara menambahkan 17 skuadron

Pembangunan militer ini mencakup inventaris yang mengesankan. Untuk Angkatan Udara Indonesia: 64 jet tempur Sukhoi; 32 jet tempur F16; 36 pesawat tempur Hawk 100/200; 12 jet tempur F5E; 16 pesawat tempur Super Tucano; 16 pesawat tempur Yak 130; 36 pesawat tanpa awak; dan 64 pesawat transportasi Hercules.

Angkatan Laut menambahkan 3 armada

Tiga armada akan ditambahkan ke Angkatan Laut Indonesia, yang memiliki armada Barat dengan markas besar di Tanjung Pinang, Natuna, dan Belawan. Armada Pusat akan memiliki markas besar di Surabaya, Makassar, dan Tarakan. Armada Timur akan bermarkas besar di Ambon, Merauke, dan Kupang. Kemudian, jumlah prajurit Angkatan Laut yang aktif akan ditingkatkan hingga 60.000, ditugaskan di berbagai markas. Para prajurit ini akan didukung oleh 350 tank BMP 4F; 17 tank amfibi; 320 kendaraan amfibi lapis baja; 800 misil QW3; 40 Grad RM; dan 75 Howitzer. Inventaris tambahan mencakup 32 frigat; 56 corvette; 82 kapal patroli cepat yang dipersenjatai misil; enam kapal selam; dan 48 kapal logistik serta transportasi.

Tambahan angkatan darat termasuk tank dan misil

Angkatan Darat, yang merupakan komponen darat angkatan bersenjata Indonesia, memiliki perkiraan jumlah pasukan sebanyak 180.000, Brigadir Kavaleri, cadangan strategis, dan unit-unit lain yang telah terlibat dalam operasi sejak perjuangan negara ini untuk meraih kemerdekaan.

Peningkatan anggaran ini memberikan inventaris yang berikut: tiga divisi komando strategies; 150 batalyon pasukan serbu; 200 tank perang utama yang akan disebar di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat; 540 kendaraan lapis baja yang dibuat oleh Pindad untuk batalyon infanteri mekanik; 320 kendaraan dengan meriam; 890 meriam dan artileri howitzer; 720 misil NDL; 20 helikopter tempur MI35; 26 helikopter transportasi MI17; 1.300 misil anti-tank; 60 misil anti-pesawat baru; dan 700 misil strategis jenis Pindad-Lapan.