Thursday, July 24, 2014

Empat Misi/Tujuan Dasar Jenderal China ke Indonesia


Wakil Ketua Komisi Pusat Militer Republik Rakyat China Jenderal Fan Changlong berkunjung ke Indonesia pada 23 Juli 2014. Dalam kunjungannya ke RI untuk kali pertama ini, Fan membawa empat misi ketika nanti bertemu dengan beberapa pejabat tinggi Indonesia.

Demikian pemaparan yang disampaikan oleh juru bicara Delegasi dan Direktur Kantor Bidang Luar Negeri Kementerian Pertahanan China, Mayor Jenderal Guan You Fei dalam sesi pertemuan terbatas dengan media, termasuk VIVAnews di Hotel Shangrilla pada Rabu, 23 Juli 2014.

Selain membahas isu pertahanan, Fan turut berdiskusi mengenai kebijakan luar negeri China. "Jenderal Fan dijadwalkan akan berada di Indonesia selama tiga hari hingga tanggal 25 Juli 2014. Tujuan secara umum, kami ingin mempererat kemitraan antara China dan Indonesia yang telah berada di tahap kemitraan yang strategis," ujar Guan.

Selama berada di Indonesia, lanjut Guan, Fan akan bertemu dengan beberapa pejabat Indonesia, antara lain Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Panglima TNI Moeldoko.

"Melalui kunjungan ini, kami ingin mengimplementasikan konsensus kedua belah pihak dan kerjasama kedua militer kedua negara," ujar Guan.

Ada pun empat titik fokus misi Fan ke Indonesia, lanjut Guan, yaitu satu, mempererat kunjungan tingkat tinggi dan pertukaran personil kedua negara.

"Jenderal Fan akan mengusulkan untuk lebih sering meningkatkan kunjungan kedua pihak. China pun siap menerima kunjungan Menhan Purnomo jika berkunjung ke Beijing tahun ini," katanya.

Kedua, meningkatkan kerjasama di bidang militer, khususnya melawan aksi pembajakan dan mengamankan jalur pelayaran.

Sementara fokus ketiga, China ingin meningkatkan latihan militer bersama. Sebelumnya, lanjut Guan, sudah terjalin tiga kali latihan militer kedua negara.

"Tahun ini akan digelar latihan militer bersama keempat. Rencananya, latihan akan digelar di China pada bulan Oktober," kata Guan.

Melalui latihan militer bersama itu, diharapkan jumlah personel yang berpartisipasi bisa lebih banyak.

Keempat, Fan ingin meningkatkan hubungan bilateral. Selama ini, imbuh Guan, China telah terlibat dalam forum Menteri Pertahanan ASEAN Plus.

Fan juga akan membahas beberapa isu terhangat baik di tingkat regional maupun global.

Rencananya hari Kamis, 24 Juli 2014 Fan akan bertemu dengan Menhan Purnomo pada pukul 09.00 WIB di Kemenhan.


Join Us On FACEBOOK Klik Here


DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Order Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Klaim: Indonesia Cocok Dengan Rudal Buatan Tiongkok

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan hubungan RI dan Tiongkok semakin intens dalam kerjasama di bidang industri pertahanan. Salah satunya adalah kegiatan pengadaan alutsista berupa misil rudal.

Menurut Purnomo, TNI terutama Angkatan Laut sudah merasa cocok dengan rudal buatan China. "Pas latihan gabugan di Jawa Timur. Saya sendiri hadir melihat kemampuan rudal China tersebut. Dari temen-temen di TNI terutama Angkatan Laut itu merasa pas dan cocok dengan rudal-rudal China. Dari segi kualitas dan cost," ujar Purnomo di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (24/7/2014).

Purnomo menambahkan untuk misil Rudal, pihaknya serius terkait kerjasama pengadaan alutsista ini. Dia menekankan ada empat kerjama di bidang ini dengan prioritas pengadaan rudal jarak pendek dan jarak menengah. Kerjasama ini direalisasikan antara Kementerian Pertahanan RI dengan State Administration for Science, Technology and Industry for National Defence (SASTIND).

"Jadi mereka dan kami betul-betul menjalin kerjasama ini. Ada empat kerjasama pengadaan yaitu rudal jarak pendek dan rudal jarak menengah," ujar mantan Menteri ESDM itu.

Adapun sejauh ini produk rudal yang digunakan TNI di antaranya Rudal C-802, C-705, Rudal QW-1, dan QW-3. Saat ini, Kementerian Pertahanan dan SASTIND terus berkomunikasi intens untuk melakukan produksi bersama dan transfer teknologi.

Sementara, hari ini Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya mendapat kunjungan Vice Chairman of the Central Military Commission PLA Tiongkok, Jenderal Fan Changlong. Kunjungan ini sebagai bentuk implementasi kerjasama strategis di bidang pertahanan antara RI - Tiongkok.

Harapan kita semua semoga kelak Indonesia bisa menerima alih teknologi dari cina agar ke depan mampu meningkatkan produksi dan kualitas rudal-rudal dalam negeri. 

Join Us On FACEBOOK Klik Here

DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Order Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Wednesday, July 23, 2014

Surat Dokter untuk Obama: Tuan Obama, Apakah Anda Memiliki Hati?



Seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Al-Shifa mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan para pemimpin dunia yang lainnya. Dengan menuliskan "Tuan Obama-Apakah anda memiliki hati?"

Dokter itu adalah Mads Gilbert MD PhD, seorang Prof Klinis dan Kepala Klinik of Emergency, University Hospital of Noertg Norway. Kini ia berkerja di rumah sakit Al-Shifa, Jalur Gaza. 

Surat tersebut diterbitkan di Middle East Monitor (MEMO) Ahad, (20/7), yang berisikan sebagai berikut.

(Tuan Obama - apakah anda punya hati?

Saya mengundang anda untuk menghabiskan satu malam saja, hanya satu malam dengan kami di Shifa. Mungkin menyamar sebagai pembersih.

Saya yakin, 100 persen, itu akan mengubah sejarah. 

Tak seorang pun dengan hati dan kekuatan yang bisa berjalan menjauh dari malam di Shifa, tanpa bertekad untuk menghentikan pembantaian rakyat Palestina. 

Tetapi, mereka yang tak berperasaan dan kejamlah yang akan memperhitungkan dan merencanakan rencana lainnya "dahyia" serangan lainnya di Gaza. 

Sungai-sungai darah akan tetap mengalir saat malam datang. Aku bisa mendengar mereka memainkan instrumen kematian. 

Silakan. Lakukan apa yang bisa anda lakukan. Ini, hal ini tidak dapat dilanjutkan). 

Berikut surat aslinya. 

Mr. Obama – do you have a heart?

I invite you – spend one night – just one night – with us in Shifa. Disguised as a cleaner, maybe.

I am convinced, 100%, it would change history.

Nobody with a heart AND power could ever walk away from a night in Shifa without being determined to end the slaughter of the Palestinian people.

But the heartless and merciless have done their calculations and planned another “dahyia” onslaught on Gaza.

The rivers of blood will keep running the coming night. I can hear they have tuned their instruments of death.

Please. Do what you can. This, THIS cannot continue.


Join Us On FACEBOOK Klik Here


DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Order Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Remaja Salatiga Ungguli Insinyur Oxford Bikin Jet Engine Bracket

Jakarta - Dua remaja lulusan sekolah menengah kejuruan di Salatiga bisa mengalahkan insinyur lulusan University of Oxford. Mereka adalah Arfi'an Fuadi dan M.Arie Kurniawan. Kakak beradik ini berhasil menjadi juara pertama dalam 3D Printing Challenge yang diadakan General Electric tahun ini.

"Arfi'an dan Arie berhasil mendesain jet engine bracket salah satu komponen untuk mengangkat mesin pesawat terbang--yang paling ringan dari komponen serupa yang pernah dibuat di dunia," kata Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia, di Hotel Mulia pada Selasa, 22 Juli 2014.

Keunggulan jet engine bracket yang didesain oleh Arfi'an dan Arie, ujar Handry, ialah faktor bobot komponen pascaproses pembuatan cetak biru atau prototipe. Jet engine bracket yang ada saat ini memiliki bobot 2 kilogram, sementara jet engine bracket buatan Arfi'an dan Arie hanya berbobot 327 gram atau 84 persen lebih ringan. "Kemampuan untuk menekan berat komponen itu yang menjadi poin plus desain mereka karena sangat efisien," ujar Handry.

Handry menuturkan Arfi'an dan Arie yang merupakan lulusan SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga ini berhasil menyisihkan 700 karya dari 50 negara. "Bahkan mereka berhasil mengalahkan peserta dengan gelar Ph.D dari Swedia yang menyabet peringkat kedua dan insinyur lulusan University of Oxford yang meraih juara ketiga," katanya. Adapun Arfi'an mengatakan keberhasilannya merupakan hasil kerja keras bersama adiknya, M. Arie Kurniawan, di bawah firma Dtech Engineering yang mereka rintis sejak lima tahun silam. "Minat kami yang besar pada desain engineering dan sektor manufaktur ialah faktor yang mendorong kami meraih prestasi," ujarnya.

Join Us On FACEBOOK Klik Here
DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Orde Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Spesifikasi Misil BUK, Senjata Terduga Penyebab Jatuhnya MH17

Penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina Anton Gerasyenko mengumumkan dalam akun Facebook-nya bahwa pesawat penumpang Malaysia Airlines MH17 jatuh ditembak para militan Donetsk dengan menggunakan sistem peluncur rudal BUK. Gerasyenko menuturkan ada saksi mata yang melihat para milisi Republik Rakyat Donetsk memindahkan rudal tersebut pada Kamis (17/7) pagi ke tempat yang kemudian menjadi lokasi jatuhnya pesawat MH-17.

Rudal Terbaik
Sistem peluncur rudal BUK adalah salah satu senjata yang paling efektif dalam sistem persenjataan pertahanan udara (antipesawat). Senjata ini berfungsi menghancurkan rudal balistik dan melumpuhkan obyek udara di ketinggian hingga 18 kilometer. Hal itu disampaikan oleh ahli militer Kolonel Vladimir Klyuchnikov.

Misil BUK pertama kali masuk dalam koleksi persenjataan Uni Soviet pada 1979. Saat ini angkatan bersenjata Rusia memiliki sekitar 360 unit modifikasi BUK-M2, sementara militer Ukraina memiliki sekitar 50 unit BUK-M1-2. Pada Perang Ossetia Selatan antara Georgia dengan Rusia tahun 2008, misil BUK-lah yang menembak jatuh empat pesawat Rusia. Ukraina pernah memberi sistem peluncur rudal BUK pada Georgia. Saat itu, Ukraina sedang gencar menjual BUK miliknya sejak runtuhnya Uni Soviet. Hingga saat ini, sistem peluncur rudal tersebut belum pernah terlibat dalam konflik perang mana pun.

BUK adalah senjata yang rumit. Pada dasarnya, BUK merupakan sebuah komplek besar yang terdiri dari lima hingga enam buah mesin, serta memiliki komplek peluncur beserta rudal, stasiun radar penunjuk sasaran, pusat komando, dan sistem pendukung lain. Klyuchnikov menilai, kalaupun militan Donetsk memiliki sistem peluncur tersebut, kecil kemungkinan mereka menggunakannya untuk tujuan perang. “Selain itu, tidak ada ahli yang dapat mengoperasikan senjata itu di kalangan militan Donetsk,” terang Klyuchnikov. Para milisi juga kemungkinan tidak memiliki stasiun radar dan tentu sangat aneh jika mereka memiliki BUK aktif tetapi tidak pernah digunakan untuk melawan pesawat tempur jet Su-25 Ukraina sebelumnya.

Kesalahan Fatal
Klyuchnikov mengutarakan dugaan kelalaian yang dilakukan tentara Ukraina. “Mengingat kompetensi mereka belum sepenuhnya sesuai, secara teori mungkin saja mereka meluncurkan rudal secara tak sengaja dan mengenai MH17, seperti kasus tertembaknya pesawat terbang Siberia Airlines oleh senjata pertahanan udara Ukraina pada 2001 lalu yang terbang dari Tel Aviv, Israel ke Novosibirsk, Rusia,” tutur Klychnikov.

Pakar militer sekaligus Redaktur Utama majalah Natsionalnaya Oborona Igor Korotchenko mengutarakan hal serupa. “Pengiriman tentara dan senjata pertahanan udara tambahan ke wilayah Ukraina serta keadaan siaga perang di sana bisa saja menyebabkan para tentara yang tidak kompeten menembak jatuh MH17 secara tidak sengaja atau salah perhitungan menggunakan sistem peluncur rudal BUK,” ujar Korotchenko di stasiun televisi Perviy Kanal Rusia.

Berdasarkan pernyataan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina mengerahkan batalyon yang terdiri 156 pesawat rudal pertahanan pasukan dan 27 sistem peluncur rudal Buk M1 di Donetsk.

Bukan Hanya BUK
Untuk sementara, belum bisa dipastikan jika rudal BUK yang mengakibatkan kecelakaan MH17. Tim penyelidik dari Amerika Serikat malah menyatakan kemungkinan pesawat terkena roket dari pesawat tempur Su-27 milik Angkatan Udara Ukraina. Dugaan tersebut berdasarkan fakta bahwa roket yang mengenai MH17 tidak terdeteksi stasiun radar Rusia,” ujar Vladimir Klyuchkov.

Kementerian Pertahanan Ukraina secara resmi menyatakan bahwa ketika pesawat Boeing-777 Malaysia Airlines jatuh, tidak ada pesawat tempur Ukraina yang berada di ruang udara. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa Boeing-777 ketika itu berada di luar zona jangkauan senjata pertahanan udara milik angkatan bersenjata Ukraina.

Join Us On FACEBOOK Klik Here
DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Orde Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Tuesday, July 22, 2014

Artikel Kiriman Pembaca, Pengalaman Mengunjungi Kem (Markas) TDM/TLDM - ATM

Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang, jauh berjalan luas pemandangan. Berikut dibawah ini ane berbagi sedikit cerita yang ane dapat lihat, dan rasakan ketika mengunjungi kem (markas) TDM di Terendak Melaka, Padang Tembak KL, Jesselton dan Kota Belud, serta Pangkalan TLDM Sepanggar, beberapa tahun lalu: 


1. Kem (Markas) kebanyakan terletak dipinggiran bahkan diluar kota. Jarang sekali yang terdapat di dalam kota, apalagi pusat kota. Malah Kem Kota Belud (tempat mangkalnya kenderaan lapis baja di Sabah) terletak jauh diluar kota.

2. Kem (Markas) mempunyai banyak tempat perlindungan/bunker, termasuk sarang senapan mesin dan mortar (mortir).

3. Jika Kem tersebut berada di daerah pantai pasti menghadap ke laut, termasuk sarang-sarang SMR dan Mortir tadi.

4. Pegawai Waran ( semacam Bintara Tinggi berpengalaman ) sangat disegani, termasuk dari kalangan perwira.

5. Barak (Perumahan) bersusun bertingkat-tingkat (malah ada yg sampai lebih 10 lantai). Ini bagus menurut saya, bisa menghemat lahan untuk perumahan personil dan keluarganya. Tiap-tiap barak punya nama masing-masing. Misalnya, Kasturi, Lekir, Cemara, Semarak, dan dipisahkan antara barak bujangan dan yang sudah berkeluarga. Mayoritas sih yang bujangan tinggal dalam Kem, karena yang berkeluarga kebanyakan sudah mempunyai rumah sendiri. ( Bantuan Kerajaan/Pemerintah saya akui sangat bagus, membantu mensejahterakan tentaranya. Kemudahan pinjaman dari bank, perumahan, pendidikan, kenderaan, semua bisa didapatkan dengan mudah, tanpa perlu puyeng urus sana sini, pinjam sana sini). 

6. Fasilitas sangat lengkap. Termasuk sarana peribadatan, pendidikan, deretan toko, termasuk Supermarket. (Pangkalan TLDM di Sepanggar malah dibangun Giant yang lumayan besar dan banyak deretan toko-toko, pokoknya super lengkap, layaknya sebuah kota kecil).

7. Tidak ada istilah jatah beras, ransum bulanan, ULP, apalagi remunirasi atau gaji 13 seperti di Indonesia. Semuanya langsung didapatkan di gaji tiap bulannya, dan gajinya cukup lumayan.

8. Anggota yang berasal dari Malaysia Timur (Sabah, Sarawak, Labuan) kebanyakannya ditugaskan di Semenanjung. Begitu juga sebaliknya, yang berasal dari Semenanjung kebanyakan ditugaskan di Malaysia Timur. Terlihat disini rotasi yang bagus, kata seorang pegawai (perwira) menjelaskan, “ini dibuat untuk meminimal anggota jadi besar kepala karena bertugas dikampung halamannya sendiri”.

9. Tidak terdapat terdapat tenaga seperti PNS dalam urusan administrasi dan lain-lain. Semua dikerjakan oleh personilnya masing-masing.

10. Untuk anggota Special Force, gaji mereka sama dengan anggota lainnya (menurut kepangkatan). Hanya yang membedakan, anggota SF mendapatkan insentif komando dan spesialisasi. Jadi semakin banyak spesialisasinya, semakin banyak juga insentif yang diterima. Yang sudah tidak “layak” lagi sebagai Komando, ditempatkan sebagai staf dan urusan administrasi.

11. Nama-nama personil SF adalah “rahasia negara”. Tidak boleh diumbar sembarangan, apalagi para perwiranya. Kecuali mungkin untuk hal-hal tertentu.

12.Tidak ada penetapan jangka waktu tertentu untuk kenaikan pangkat. Kalau kita di Indonesia bisa dihitung antara 3 s/d 4 tahun seseorang personil akan naik pangkat, disana tidak ada. Kenaikan pangkat berdasarkan prestasi si prajurit, juga tidak lupa referensi dari perwiranya. Jangan heran kalau ada personil yang sudah berumur 35 tahun masih berpangkat Prebet (Prajurit).

13. Anggota yang melanggar peraturan, indisipliner di dalam Kem ditangani oleh PM. Sedangkan yang berbuat kriminal diluar ditangani oleh PDRM. Hukumnya sama dengan yang diterima oleh warga sipil. Pernah kejadian tentara kedapatan mengutil di Supermarket ditangkap oleh Satpam, hukumannya tetap sama, diproses di Balai (Kantor) Polisi. Jadi sama sekali tidak ada pengecualian. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Antrian di supermarket, antrian di SPBU, antrian dikantor pemerintah, tidak ada yang diistimewakan, meskipun berpakaian uniform lengkap. Kedudukannya mereka tetap sama dengan warga sipil. Gabung bersama kami di Facebook Analisa Militer Terupdate

14. Berita-berita tentang ATM jarang sekali diliput oleh media. Apalagi menyangkut aspek personil, bahkan nama-nama pejabat selevel danyon, atau chart organisation saja kadang masuk dalam “Top Secret”. Kecuali mungkin memang sengaja di publikasikan, itupun jarang sekali kita dapatkan di Koran-koran, hanya melalui media khusus, semisal majalah internal, majalah Tempur atau Perajurit.

15. Rejimen Askar Melayu Diraja (RAMD) berisikan pribumi melayu semenanjung, melayu Sabah dan Sarawak, dan bisa dipastikan 100 persen muslim. Untuk yang non muslim masuk dalam Rejimen Renjer Diraja (RRD) dan korps lainnya.

DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Orde Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)



Ujian MEF 2, Anggaran Negara dan Presiden Terbaru


Kesinambungan cara pandang berpertahanan untuk lima tahun ke depan akan segera memasuki lintas jembatan suksesi figur orang nomor satu RI. Yang jelas figur yang akan mengisi orang nomor satu itu tidak lagi Sby, sosok yang telah memberikan segelas anggur merah untuk perkuatan militer RI. Figur yang akan mengisi lembaran cerita berbangsa dan bernegara lima tahun ke depan merupakan kepala sekolah yang akan menentukan kebijakan berpemerintahan yang salah satunya adalah kebijakan berpertahanan. Dengan kata lain kepala sekolah yang baru nanti akan menentukan apakah mata pelajaran MEF akan dilanjutkan, dilanjutkan dengan beberapa perubahan atau akan diganti dengan mata pelajaran lain, bisa saja kan.

Meski sudah ada kurikulum MEF (minimum essential force) sampai jilid III tetap saja tongkat komando pimpinan tertinggi menjadi patokan melangkah. Gaya kepemimpinan akan mempengaruhi apakah harus tetap langkah tegap atau langkah biasa atau malah langkah santai aja. Catatan yang bisa kita sampaikan adalah kebiasaan berperencanaan kita selama ini kan tergantung selera pemimpinnya. Adanya pergantian kepemimpinan sangat memungkinkan terjadinya pergantian selera dan cara pandang. 

Contoh sederhana, berapa tahun harus sia-sia waktu untuk menentukan penambahan armada kapal selam. Sejak tahun 2003 sudah mulai melakukan perencanaan untuk mengganti atau menambah kapal selam Cakra Class yang sudah lama malang melintang. Tetapi baru 8 tahun kemudian menjadi jelas merek apa yang akhirnya akan dibeli. Dan selama kurun waktu itu telah terjadi pergantian pimpinan TNI dan TNI AL. Bandingkan dengan Vietnam, hanya butuh satu tahun perencanaan, lalu proses pengadaan, tiga tahun kemudian satu persatu kapal selam Kilo yang dipesannya datang. Setelah itu baru kita kaget.

Jangan dikira tidak ada “blusukan” atau lobi-lobi untuk menentukan siapa kelak yang akan memimpin Kementerian Pertahanan meski Presidennya pun belum tahu siapa. Kementerian Pertahanan selama lima tahun ini kan sudah menjadi kementerian gadis manis dengan rambut sebahu yang banyak dilirik dan dicolek produsen alutsista internasional. Kementerian sekarung gula ini tentu menarik minat rombongan semut dunia untuk ikut mencicipi manisnya anggaran alutsista RI. 

Dengan berkaca pada kepadatan anggaran beli senjata selama lima tahun ini tentu perkiraan produsen alutsista dan makelarnya bahwa untuk MEF II akan lebih banyak lagi dana dikucurkan. Semua keputusan itu ada di tangan kepemimpinan RI-1 yang baru bersama group kabinet pilihannya. Salah satu pilihan figur paling berbinar dan bercahaya adalah Kementerian Pertahanan. Jika presidennya si A maka ada kemungkinan Menhannya si B atau C. Jika presidennya si X maka kira-kira Menhannya si Y dan Z. Kalkulasi jika, seandainya, misalnya, andaikata pun makin menarik dicermati.

Tidaklah penting bagi kita untuk menentukan figur Kemhan-1 tetapi lebih penting dari itu adalah menjaga kesinambungan program MEF. Jadi sebenarnya ujian MEF terletak pada kelanjutan program perkuatan militer RI. Jika MEF satu bisa mencapai 36% dari target MEF, alangkah bagusnya jika sisa target itu bisa diselesaikan di MEF II. Meski begitu jika ternyata style pemerintahan besok menginginkan sampai MEF jilid III target itu diselesaikan, juga tak mengapa. Yang penting tetap bisa berjalan sesuai rencana.

Sekedar gambaran PDB Indonesia tahun 2013 berdasarkan data BPS berjumlah 9.084 trilyun rupiah meningkat dan searah dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,78%. Jika anggaran pertahanan tetap, seirama dengan kenaikan PDB maka anggaran pertahanan ikut naik 5,78%. Selama ini anggaran pertahanan kita ada di kisaran 0,8 – 0,9 % dari PDB padahal Singapura saja sudah membagi anggaran pertahanannya sampai 4% dari PDB. Maka jika anggaran pertahanan kita bisa dinaikkan sampai 2% saja maka perkuatan militer RI akan semakin membahana. 

Itu sebabnya banyak prediksi menyebut khusus untuk anggaran beli dan rawat senjata dalam MEF II (2015-2019) akan menyentuh angka US$ 20 milyar, naik US$ 5 milyar dari MEF I yang berjumlah US $15 milyar. Prediksi ini bukan sebuah impian atau angan-angan namun sangat realistis untuk dicapai. Angka 20 milyar dollar itu tentu bisa membelanjakan berbagai jenis alutsista termasuk bayar multi years alutsista yang sudah dipesan duluan.

Maka soal ujian MEF jilid dua nanti kira-kira bocoran soalnya begini. Apakah RI-1 nanti figur yang peduli melanjutkan MEF-1. Kalau ya apakah anggaran alutsista bisa dinaikkan minimal US$ 20 milyar. Kalau ya apakah yang akan dibeli untuk duit sebanyak itu. Sampai disini kemudian bumbu masak bernama “selera” mulai dimunculkan. Bumbu masak selera itu ada gerbang Kemhan. Maka jauh-jauh hari kita mengingatkan selera user alias pengguna mesti menjadi indikator utama rencana beli alutsista. Termasuk mengutamakan industri pertahanan dalam negeri yang mulai bersinar saat ini.  Klik ini dan Bergabunglah di grup facebook Analisa Militer Terupdate

Isian alutsista di MEF II adalah menyediakan perabot untuk rumah Kogabwilhan. Sinergi pertahanan model Kogabwilhan membutuhkan alutsista dalam kuantitas dan kualitas yang menyengat. Jelaslah bahwa MEF II adalah faktor kunci untuk menuju perkuatan militer kita yang sebenarnya. Sejalan dengan itu dinamika kawasan juga akan semakin memperlihatkan kekuatan blok pemegang hegemoni dengan penantang hegemoni. Kita ada diantara keduanya dan kita tidak berpihak pada keduanya. Padahal arena tarung memperebutkan piala hegemoni itu ada di sekitar halaman kita. Jadi kita harus perkuat pagar teritori kita dengan alutsista berkualitas. MEF II adalah soalnya, yang menjawab adalah Next RI-One. 
****

DVD Anak Sholeh Film Edukasi dan Pendidikan Akhlak untuk Anak usia 2-13 Tahun. Orde Sekarang juga melalui Online Shop Kami (Klik Disini)

Posting Lama ►
NKRI Harga Mati, Ciptakan Indonesia Kuat dan Bermartabat
 

Copyright © 2012. Portal Militer Terupdate - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz