Alasan Gripen-NG adalah pilihan yang paling tepat untuk Indonesia

Keuntungan pertama: Gripen dapat di-customize 100% menurut kebutuhan Indonesia
Pesawat tempur import modern dewasa ini, baik F-16C/D atau Su-30MK2, biasanya memiliki daftar perlengkapan/persenjataan standard yang sudah ditentukan oleh negara penjual. Kelemahannya, pembeli tidak mungkin menambah pilihan lain yang tidak tercantum di dalam daftar si penjual.
Uni Arab Emirates (UAE) saat ini adalah satu-satunya pengguna F-16 Block-60, sub-tipe F-16 yang paling modern di dunia (lebih modern dari versi USAF). UAE bahkan membayar $3 milyar untuk development cost F-16 Block-60, dan sebagai upahnya, akan mendapat royalty kalau Block-60 ini terjual ke negara lain (belum terjual).
Konsep seperti ini mirip dengan KF-X, bukan? Apakah sudah menjadi skenario yang ideal ?
Saatnya berkenalan kembali dengan tehnik jitu FMS pemerintah US untuk mengontrol persenjataan/perlengkapan negara client.
Untuk menghadapi Iran, UAE menginginkan stealth cruise missile jarak yang jangkauannya mencapai 300 km untuk dipasangkan ke F-16 mereka. F-16 USAF tentu saja dapat membawa senjata semacam ini – AGM-158 JASSM stealth cruise missile. Tapi pemerintah US tidak mengijinkan penjualan senjata ini ke semua negara Timur Tengah.
UAE kemudian melirik MBDA Storm Shadow sebagai pilihan kedua untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka tetap membentur tembok! Pemerintah US juga tidak mengijinkan perubahan source-code untuk F-16 Block-60 UAE yang memungkinkannya membawa Storm Shadow. Solusi UAE untuk menghadapi masalah ini: mereka memasang MBDA Storm Shadow (versi mereka: Black Shaheen cruise missile) ke Mirage 2000-9mereka.
Tragedi UAE ini pasti akan terulang dalam KF-X versi Indonesia atau F-16 Block-62.
Tidak seperti UAE, Indonesia tidak akan mempunyai dompet yang cukup tebal untuk membayar harganya.
Di sinilah kunci keunggulan Gripen Negara pembeli mempunyai kebebasan penuh untuk menentukan sendiri apa yang dibutuhkan untuk Gripen mereka.
Gripen-NG di Brazil memberikan contoh yang baik. Kalau melihat diagram breakdown dari Gripen Brazil, local content sudah cukup banyak. Versi Brazil juga akan memasangkan sistem aerial network buatan sendiri, dan mengintegrasikan missile A-Darter (hasil kerjasama Brazil – Afrika Selatan).  Hasilnya, Gripen untuk Brazil sudah akan berbeda dibandingkan milik Swedia. Sepuluh tahun di masa depan, perbedaan perlengkapan antara Gripen Brazil dan Swedia akan semakin membesar, tergantung pilihan masing-masing.
Gripen untuk Indonesia tentu saja juga berpotensi menuju ke arah yang sama. SAAB akan mentransfersource code Gripen (contoh: Brazil) sebagai bagian dari 100% ToT.
Penguasaan Source Code di Gripen memberikan kebebasan untuk Indonesia memilih senjata. Ini akan menjadi deterrent effect tersendiri, dan mendorong kreativitas pemakai.
Misalnya, untuk BVR combat, versi Indonesia dapat membawa tidak hanya Meteor, tapi juga R-77T (infra-red) dan R-77-1 buatan Russia. Kombinasi seperti ini sudah akan menjadi mimpi buruk untuk latihan pilot untuk RAAF Australia dan RSAF Singapore. Sekarang mereka harus berlatih untuk menghadapi 3 macam sub-variant missile yg berbeda, dari negara pembuat yang berlawanan satu sama lain.
Kalau mereka melihat Gripen Indonesia di radar, mereka juga harus menebak, sebenarnya Gripen ini akan membawa senjata yang mana ?.
Sebaliknya, untuk latihan BVR combat, pilot-pilot Indonesia hanya perlu berlatih untuk menghadapi AMRAAM C-7. Sebagai sarana pembantu, Gripen-E/F sudah membawa next-generation Gallium-Nitride jammeryang lebih unggul dibanding semua tipe lain. Keunggulan Jammer ini akan membantu menangkal kemampuan radar kecil di AMRAAM untuk “men-lock” Gripen.
Apapun yang diinginkan Indonesia, dapat disampaikan langsung ke SAAB, dan mereka akan mencoba mengakomodasi, dalam batasan platform Gripen.
Keuntungan kedua: 100% Transfer-of-Technology, dan kesempatan untuk partnership dalam pengembangan proyek Gripen-NG
Kita tidak akan pernah bisa berlari, kalau belum pernah belajar berjalan. Artikel Transfer-of-Technology, sudah membahas hal ini.
Pembelian Gripen akan memberikan kesempatan untuk Indonesia mulai belajar dari NOL. Inilah tempat terbaik untuk mulai terlebih dahulu mendalami tehnologi salah satu pesawat tempur paling modern dewasa ini.Tawaran 100% ToT dari SAAB, tentu saja juga akan membuka peluang yang besar untuk Indonesia dapat merakit Gripen sendiri di Bandung. Indonesia kemudian akan dapat mulai melihat dalam jangka menengah-panjang, seberapa banyak ”part” dalam Gripen yang akan menjadi ”made in Indonesia”.
Ini bukan berarti setelahnya, SAAB akan berpangku tangan, dan mendikte kita seperti kasus FMS pemerintah US. Pembelian Gripen-NG dari SAAB juga akan menjadi undangan untuk bergabung dalam proyek bersama untuk memajukan Gripen fighter system. Brazil sudah dinobatkan sebagai salah satu partner untuk Gripen-NG project, pertama-tama untuk produksi lokal mereka, tapi kemudian untuk semua “Gripen NG customers”. Indonesia juga akan lebih berpeluang mendapat tempat duduk yang sama.
Gripen-NG akan menjadi proyek bersama dari negara-negara yang non-blok / netral, bebas dari pengaruh industri-industri militer tradisional US, dan Russia. Kerjasama antara SAAB (Swedia),  dan PT DI (Indonesia), dalam Gripen-NG akan berpeluang besar menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di dunia aviation.
Keuntungan Ketiga: Aerial Data Networking
Data Networking Gripen Gambar dari SAAB group
Data Networking Gripen Gambar dari SAAB group
Networking akan membagi satu gambaran yang sama untuk target (lawan), tanpa perlu mengandalkan kemampuan deteksi individual. Target mungkin dideteksi oleh radar di darat, dari kapal, pesawat AEW&C, atau mungkin pesawat tempur lain, tapi setiap pilot pesawat tempur akan mempunyai pengetahuan yang penuh lokasi, ketinggian, dan kecepatan lawan. Tentu saja, semuanya akan tahu benar bagaimana caranya menembak jatuh lawan tersebut. Pihak mana yang dapat membuat gambaran lawan lebih baik, tentu saja akan menjadi pihak yang lebih unggul didalam konflik.
Dalam keadaan sekarang, tidak mungkin F-16 Block-15/52ID dan Sukhoi Su-27 Indonesia dapat di-network bersama. US tidak memberikan (atau tidak mengijinkan) Link-16 NATO-standard network di F-16 Block-52ID, sedangkan TKS-2 Network (kalau ada) di Su-27/30, yang berbasiskan tehnologi Russia tidak akan compatible ke semua sistem pertahananan udara Indonesia yang lain yang rata-rata berbasis tehnologi Barat.
Kelemahan lain, Indonesia tidak akan dapat memasang data network buatan pihak ketiga untuk menghubungkan Su-27/30 dan F-16. Peraturan FMS US tidak mengijinkan modifikasi apapun di F-16 tanpa persetujuan mereka. Di lain pihak, belum pernah ada negara lain yang mencoba memasang Aerial Network buatan Barat yang lebih modern di atas Sukhoi Flanker.
Kesulitan ini akan membawa dampak yang jelek di saat konflik, karena F-16 dan Su-27/30 Indonesia akan bertempur sebagai dua kekuatan yang terpisah, yang hanya dapat dikoordinasi melalui radio. Dan karena sistem radio kedua tipe pesawat ini juga dibuat dari dua sumber yang berbeda, kemungkinannya juga sangat besar untuk lawan dapat melakukan jamming dan mengacaukan signal komunikasi / koordinasi pemakaian kedua tipe ini.
Pembelian Sukhoi Su-35, F-16 Block-62, atau KF-X tidak akan menyelesaikan permasalahan ini. Sebaliknya,Gripen fighter system akan menjadi satu-satunya solusi yang dapat diambil Indonesia.
Swedia adalah salah satu pelopor konsep networking, pertama kalu mulai mencoba sistem ini di tahun 1957. Dengan sistem network TIDLS Swedia (non-NATO, bebas dari kontrol US), SAAB Gripen akan membuka lembaran baru untuk Indonesia. Sistem TIDLS Gripen hampir tidak mungkin bisa di “jamming”. Berbeda dengan Link-16, sistem TIDLS di Gripen akan menghubungkan lebih sedikit pemakai (4 Gripen), tapi pembagian data jauh lebih lengkap/unggul untuk memberikan ‘situational awareness’ yang terbaik. SAAB sudah meningkatkan kemampuan ini lebih lanjut dalam format WISCOM untuk lebih memaksimalkan kemampuan AESA/IRST di Gripen-NG.
Kerjasama dengan Swedia,  akan membuka peluang bagi Indonesia untuk mulai ke tahap pengembangan sistem National Data Link network sendiri, yang tidak hanya akan terbatas di Gripen saja. Kebutuhan Indonesia akan unik, hanya untuk Indonesia sendiri.
Semua Alutsista dari AU, AL, dan AD yang sudah terintegrasi fully networked ke dalam sistem pertahanan yang terpadu, akan menjadi deterrent factor tersendiri, yang sukar ditandingi negara lain.
Keuntungan keempat: Gripen-NG adalah proven-concept; satu-satunya tipe yang akan memenuhi kebutuhan, dan keterbatasan Anggaran Indonesia
Memang Gripen-E yang pertama baru akan terbang di tahun 2018. Tidak seperti proyek KF-X, atau proyek yang tidak karuan seperti F-35 — 90% dari semua komponen baru yang akan dipasangkan di Gripen-E/F sudah berhasil di tes dalam bentuk Gripen-NG demonstrator. Tidak ada tehnologi yang dipakai dalam Gripen-E/F yang belum teruji atau beresiko tinggi.
Gripen-NG adalah proven concept, dan dari segi kemampuan patut diperhitungkan oleh semua negara-negara tetangga yg bersenjatakan pesawat tempur buatan US. Perpaduan TIDLS data-link, kemampuan supercruise, dan Meteor BVRAAM (BVR missile terbaik di dunia) akan membuat lawan berpikir dua kali kalau mau mencoba “menjajal” pertahanan udara Indonesia.
Fleksibilitas Gripen untuk bisa beroperasi dari jalan lurus sepanjang 800 meter, juga dapat disesuaikan dengan proyek pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Kenapa tidak? Tentu saja ini perpaduan istimewa, kalau pembangunan infrastruktur di setiap tempat dapat diperhitungkan dengan konsep “jalan lurus disini akan menjadi pangkalan gerilya untuk Gripen”. Sekarang Indonesia dapat membangun ribuan “pangkalan rahasia” untuk Gripen di seluruh pelosok negeri.
Masalah selanjutnya, training.
Jumlah latihan jam terbang standar untuk pilot NATO dewasa ini adalah 170 jam terbang / tahun. Pilot USAF dan US Navy mempunyai standar yang lebih tinggi – 220 jam / tahun. RSAF Singapore dan RAAF Australia, yang dibentuk menurut standard NATO, kemungkinan besar akan mempunyai latihan jam terbang per pilot diantara angka 170 jam – 220 jam per tahun ini.
Indonesia boleh membeli pesawat tempur yang sebagaimanapun hebatnya, tapi tanpa investasi dalam jam latihan, tetap akan mudah dikalahkan oleh F-18A/B Australia, atau F-16 Block-52+ Singapore yang jauh lebih “inferior”, hanya karena pilot mereka jauh lebih terlatih.
Flight hour cost (IHS Jane’s)
Flight hour cost (IHS Jane’s)
Dengan biaya operasional Sukhoi Flanker yang mencapai Rp 400 juta / jam, Indonesia akan membutuhkanRp 1 Triliun per tahun untuk mencapai angka latihan 170 jam per tahun, hanya untuk 16 Sukhoi. Dengan biaya operasional Gripen (lihat gambar), Indonesia hanya perlu mengeluarkan kurang dari setengah dari biaya tersebut untuk mencapai 170 jam training untuk 48 Gripen (3 Skuadron).
Kenyataannya, Anggaran militer Singapore dan Australia jauh lebih tinggi. Perlengkapan mereka lebih modern, persenjataan lebih lengkap, dan keduanya tidak pernah mengalami masa embargo militer. Gripen-NG, dengan biaya operasional yang bahkan lebih murah dibandingkan F-16, akan memberikan kesempatan untuk Indonesia untuk mengejar ketinggalan, atau menyamai kemampuan mereka.
Keuntungan Kelima: SAAB/Swedia akan menjadi supplier Indonesia
Sebelum tahun 2000-an, Swedia / SAAB bukanlah penjual pesawat tempur yg aktif seperti UK atau Perancis di dunia internasional. Produk mereka selalu bersaing, tapi tidak pernah dijual bebas. SAAB J-35 Draken hanya dijual ke negara-negara Skandinavia yang lain, sedangkan JA-37 Viggen bahkan tidak dijual ke negara lain.
Kebanyakan negara di dunia ini, tentu sudah membina hubungan baik dengan salah satu supplier traditional — US, Russia, Perancis, dan UK. Kalau hubungan mereka sudah baik, biasanya sudah sulit untuk pindah. Lagipula, kemampuan marketing SAAB jelas bukan tandingan Boeing, Lockheed, EADS, atau Dassault.
Kemampuan geopolitik US untuk melakukan tekanan diplomatis cukup besar (supaya negara lain membeli senjata mereka), dan mereka tentu saja rajin membagi-bagi subsidi gratis bagi pembeli senjata mereka. Tidak seperti Pakistan, Indonesia tidak akan mungkin bisa dapat banyak! US akan tetap lebih “sayang” ke Australia dan Singapore.
Swedia yang netral tidak akan mau ambil pusing dengan permainan semacam itu. Tidak akan ada motivasi ”terselubung” yang menyertai pembelian senjata dari Swedia.
Keberanian untuk menawarkan 100% ToT, berarti Swedia / SAAB melihat adanya peluang kerja sama yang besar dengan industri pertahanan Indonesia. Di lain pihak, SAAB justru menolak untuk ikut kompetisi pesawat tempur di negara tetangganya sendiri, Denmark (ini sangat mengejutkan!), Canada, dan Korea (untuk F-X III diundang, tapi menolak untuk ikut).
Kesimpulan
Seberapa hebatnya Gripen untuk Indonesia, tidak seperti pilihan lain, akan murni 100% tergantung kepada kemampuan Indonesia untuk berinovasi, dan tentu saja komitmen sendiri. Dan tidak seperti Flanker, pesawat ini tidak akan menghabiskan uang anggaran militer hanya untuk biaya operasional, jadi dana yang sudah terbatas dapat dialihkan ke bagian lain.
Gripen akan membuka pintu untuk para ahli Indonesia, bukan hanya dalam bidang pesawat tempur, tapi juga dalam bidang persenjataan, perlengkapan, programming, dan data networking yang modern. Tidak seperti KF-X berbasiskan tehnologi US, tidak akan ada tehnologi yang dirahasiakan. Bukan tidak mungkin, bahkan semua perlengkapan innovatif yang sudah berhasil dikembangkan melalui sistem Gripen, bahkan dapat di eksport di kemudian hari.
PT DI (tergantung jumlah investasi negara di Gripen) juga akan berpeluang untuk menjadi sub-contractor utama perakitan Gripen di kawasan Asia-Pasifik.
Memilih Gripen-NG akan membebaskan kita dari kemungkinan belenggu FMS yang terus mengancam semua tipe buatan US / Korea (sama saja), dan juga menjamin kestabilan dan kesiapan tempur dibandingkan Sukhoi Flanker yang sudah mempunyai reputasi gampang rusak.
Pembelian Gripen-NG akan menjadi langkah pertama Indonesia untuk mencapai sistem pertahanan yang mandiri.
Catatan penutup
Mesin F414G di Gripen-NG adalah satu-satunya komponen yang masih buatan US. Tapi kita tidak perlu terlalu khawatir! Di masa embargo dahulu saja, Indonesia masih bisa mengudarakan F-16 untuk menghadapi insiden pulau Bawean.
Indonesia tentu akan belajar bagaimana cara men-service mesin F414G tanpa bantuan luar. Lagipula, mesin ini sudah mengumpulkan jutaan jam terbang, dan sangat relaible. Di lain pihak, tidak pernah ada satupun Gripen yang pernah jatuh karena kerusakan mesin.
Tambahan: Iran saja masih mampu menerbangkan F-14A, walaupun sudah di-embargo sejak tahun 1979.
(by Gripen Indonesia)
________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!

Follow Twitter Kami : Portal Militer (Klik)
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625

Koleksi Selfie Pramugari Pesawat

Selamat berakhir pekan semua, sudah lama rasanya tidak menulis artikel di blog ini. Dan kesempatan untuk menulis kembali ada di akhir pekan kali ini. Namun, bukan tulisan yang tentang militer seperti biasanya yang ingin kami suguhkan melainkan hiburan buat anda yang ingin mengetahui seluk-beluk kehidupan pramugari maskapai baik indonesia maupun dunia.

Seperti yang telah kita ketahui, kehidupan pilot dan awak pesawat memang menarik untuk diikuti. Apalagi dengan merebaknya smartphone yang memungkinkan mereka untuk berselfie ria dimanapun pesawat mereka sedang mengudara. Silahkan anda lihat beberapa koleksi foto selfie pramugari berikut ini yang sangat menarik untuk di lihat dan semoga menjadi hiburan diakhir pekan ini.






________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625







Pesawat Tempur Scorpion, Murah Tapi Belum Laku


Sejak terbang pertama kali pada tahun 2013, pesawat tempur baru buatan perusahaan pertahanan AS Textron AirLand telah menarik perhatian dari industri, media, dan militer. Pesawat tempur kecil dan murah ini membuat debut internasionalnya pada tahun 2014 dan sempat berpartisipasi dalam latihan militer AS. Namun karena hingga saat ini belum ada pihak yang memesannya, akankah pesawat ini terus 'hidup'?

Textron AirLand menyebutnya dengan "Scorpion", pesawat bermesin ganda, dua kursi pilot dengan harga per unitnya kurang dari USD 20 juta dan dengan biaya USD 3 ribu setiap jam penerbangannya. Disinilah letak Scorpion menarik perhatian pejabat-pejabat militer yang berwenang membeli peralatan pertahanan.

Di tahun ini tepatnya pada bulan Juli, Scorpion telah terbang sejauh 4.700 mil laut dari Wichita, Kansas, Amerika Serikat, ke Pangkalan Angkatan Udara Fairford di Inggris untuk melakukan debut internasionalnya di pameran dirgantara Royal International Air Tattoo (RIAT). Penerbangannya sukses, tidak seperti sang miliaran dolar F-35 yang kala itu dilarang tampil di pameran internasional karena masalah api pada mesinnya.

Pembangunan Scorpion dimulai pada bulan Januari 2012 setelah perwakilan dari AirLand Enterprises mengemukakan idenya ke eksekutif Textron (sebelum akhirnya kongsi menjadi Textron AirLand). Textron AirLand berhasil menjaga rapat rahasia pengembangan Scorpion hingga akhirnya diresmikan pada bulan September 2013. Scorpion berhasil terbang untuk yang pertama kalinya dari Pangkalan Angkatan Udara McConnell di Wichita pada tanggal 12 Desember 2013. Pembangunannya terbilang cepat, dari papan gambar hingga prototipe selesai hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun. Sangat kontras dengan proyek-proyek militer lainnya yang butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk desainnya saja.

Scorpion berdimensi panjang 13,26 meter, rentang sayap 14,43 meter, berat kosong 11.800 kg, dengan 2 mesin Honeywell TFE731 Turbofan yang memberikannya kecepatan maksimum 833 km perjam. Dengan konfigurasi sayap lurus dan dua ekor, Scorpion memang bukan termasuk pesawat tempur yang estetis, setidaknya bila dibandingkan dengan pesawat tempur performa tinggi saat ini. Scorpion dapat dilengkapi dengan sistem intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) canggih dan munisi presisi (guide) untuk misi penyerangan.

Textron AirLand berharap Scorpion menjadi pesawat yang menjembatani kesenjangan antara pesawat tempur performa tinggi seperti Saab Gripen, yang harganya sekitar USD 50 juta, dan pesawat turboprop yang lebih murah seperti Embraer Super Tucano yang sekitar USD 9-14 juta.
Sebagai cara untuk membuat pesawat ini murah, Textron AirLand memanfaatkan teknologi dan komponen yang sudah ada atau sering diistilahkan sebagai teknologi 'off the shelf', daripada harus mencoba mengembangkan sistem atau bagian-bagian unik baru. Cessna, anak perusahan Textron, telah menyumbang banyak komponen untuk Scorpion, begitu pula dengan Cobham, Martin-Baker Aircraft dan Honeywell, yang menyuplai perangkat elektronik, kursi ejeksi dan mesinnya.

Textron AirLand memaksudkan Scorpion sebagai platform yang sempurna untuk misi low-end seperti kontra pemberontakan, dukungan untuk perang non-reguler, kontra narkotika dan tanggap bencana. Dalam konflik di Irak dan Afghanistan, militer AS menggunakan pesawat performa tinggi seperti F-16 untuk melaksanakan misi ini, yang mana Angkatan Udara AS harus menerima kwitansi sebesar USD 18.000 untuk setiap jam F-16 terbang. Scorpion ditujukan untuk menjadi pesawat alternatif yang terjangkau.

Analis memperkirakan biaya pengembangan dan pembangunan Scorpion telah memakan biaya ratusan juta dolar, yang kesemuanya didanai sendiri oleh Textron AirLand. Ini termasuk langkah yang tidak biasa dilakukan oleh industri-industri pertahanan. Langkah seperti ini berisiko tinggi mengingat biasanya industri-industri pertahanan AS baru berani mengembangkan sistem pertahanan ketika sudah disokong dana dan spesifikasi yang jelas dari pemerintah AS.

Apakah itu sangat berisko? Ya. Apakah itu risiko yang smart? Ya," ujar Presiden Textron AirLand Bill Anderson kepada BBC. "Tapi pasar sangat tertarik. Kami memproduksi produk komersial sepanjang waktu."

Menurut pejabat Textron AirLand, sekitar 2.000 Scorpion akan terjual di dunia, terutama di Afrika, Amerika Selatan dan Timur Tengah. Dengan harga per unit USD 20 juta dolar, bisa saja Textron AirLand dapat melunasi hutang 'judi' pengembangannya. Tapi mengingat hingga saat ini belum juga ada order yang ditandatangani, 2.000 unit tampaknya terlalu optimis.

Jadi apa yang dapat membuat Scorpion sukses atau agar Textron AirLand memperoleh keuntungan? Para ahli mengatakan bahwa Pentagon harus mulai menggunakan Scorpion. Hal ini akan mendongkrak kepercayaan dari negara-negara lain atas Scorpion. Tapi analis juga menilai Scorpion hanyalah solusi untuk masalah yang tidak ada pada militer AS. Peran pesawat close-air-support seperti Scorpion, bukanlah kebutuhan mendesak militer AS.

Salah satu peran Scorpion lainnya yang mungkin menarik minat Pentagon adalah ISR, yang mana Angkatan Udara AS saat ini sedang gencar menambah armada sistem udara tak berawak (UAS). Tapi timbul pertanyaan lagi, mengapa militer AS mau menggunakan sistem berawak yang membahayakan nyawa pilotnya padahal mereka dapat menggunakan UAS dan masih mampu membelinya.

Jadi untuk apa pesawat ini? Kemungkinan terbesarnya adalah Pentagon menggunakannya sebagai pesawat pelatihan untuk pilot. Adalah Program TX Pentagon yang bertujuan untuk mengganti pesawat latih Northrop T-38 yang sudah digunakan AS sejak 1960-an. Tapi untuk bisa bersaing dengan pesawat lain dalam seleksi Program TX, analis menilai Scorpion harus menggunakan mesin yang lebih kuat dan sayap yang didesain ulang.

Jika Scorpion nantinya akan mendapatkan banyak order, mungkin banyak industri pertahanan lainnya yang berani mengembangkan sistem militer tanpa dukungan dana dari pemerintah. Tetapi masalah Scorpion cukup pelik, industri pertahanan akan berpikir dua kali untuk menginvestasikan uangnya untuk pengembangan sistem pertahanan.


________________________________________________
Info: Kepada seluruh penggemar dunia militer yang ingin mengambil atau copas koleksi foto ini, harap menyertakan linknya ya? Jika tidak disertakan link blog ini, kami akan melaporkan postingan copas tersebut ke google sebagai bentuk pelanggaran dan postingan illegal. Blog yang banyak melanggar dan berisi konten illegal/plagiat akan dihapus dari google. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih!!!
____________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=
made at loogix.com
PEMESANAN TIKET PESAWAT, KERETA API, PULSA DAN LAIN-LAIN
HUBUNGI KAMI KE 085776198625
visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615
visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-, 
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625

Mengenai Saya

My Photo

Bergabung bersama kami menatap indahnya perkembangan dunia, bisa berbagi berita, belajar menulis dan lain sebagainya. Semua bisa gratis cukup dengan bergabung menjadi blogger nusantara. Bawalah imajinasi anda menjadi karangan yang dapat dibaca dan dirasakan oleh seluruh orang di muka bumi ini.