Wednesday, July 30, 2014

Pertarungan Intelijen Amerika dan Rusia di Indonesia

Secara resmi dan faktual belum terbukti, dua agen rahasia KGB (Rusia) dan CIA (Amerika Serikat), beroperasi di Indonesia. Akan tetapi entah mengapa, kecelakaan pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100), dicurigai sebagai bukan kecelakaan biasa.

Kecelakaan Sukhoi disebut-sebut akibat sabotase tangan-tangan ahli. Para ahli itu adalah agen rahasia (CIA) yang kebetulan sedang beroperasi di Indonesia. Spekulasi ini tentu masih membutuhkan konfirmasi. Spekulasi ini tidak lepas dari adanya sebuah rujukan.


Sebuah buku tentang CIA (Central International Agency) yang terjemahannya diterbitkan oleh Gramedia, menyebut sejumlah diplomat AS yang pernah bertugas di Jakarta, merupakan agen CIA. Secara tidak langsung pengungkapan itu mengindikasikan, bahwa agen CIA tentunya sedang dan terus beroperasi di Indoneisa. Stapleton Roy misalnya yang menjadi Dubes AS di Indonesia dari 27 Februari 1996 hingga 12 Agustus 1999, di usia mudanya merupakan seorang agen CIA.


Yang belum diungkap adalah KGB. Hanya saja, di era Perang Dingin, sering disebut bahwa wartawan TASS dan Pravda, dua buah Kantor Berita resmi pemerintah Uni Sovyet (Rusia), yang ditempatkan di luar negeri, berfungsi ganda yakni wartawan dan agen rahasia KGB.

Menurut berbagai literatur, pasca Perang Dingin, operasi KGB dan CIA sudah mengalami banyak perubahan. Pasca-Perang Dingin yang menjadi fokus sasaran adalah ekonomi dan persaingan bisnis. Persaingan militer dan politik, sudah bukan lagi prioritas.


Sehingga masuk akal bila bisnis jual beli pesawat terbang antara Sukhoi (Rusia) dan Boeing serta General Aerodynamics (AS) merupakan lahan persaingan kedua agen rahasia tersebut.

Nah, isu kehadiran agen rahasia AS dan Rusia dalam kaitan dengan kecelakaan SSJ 100, sengaja diangkat menjadi sebuah wacana. Sebab hanya beberapa jam setelah terjadi kecelakaan, muncul berita-berita yang mencurigai penyebab kecelakaan itu. Disebutkan kecelakaan 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat itu merupakan bentuk persaingan bisnis antara AS dan Rusia.





Tegasnya, sabotase itu berkaitan dengan persaingan bisnis di industri penerbangan antara kedua negara, dimana kedua pemerintah mendukung dan melindungi bisnis dan industri mereka masing-masing.

Tepatnya November 2011, pabrikan pesawat terbang AS, Boeing menanda-tangani jual beli 230 unit kepada Lion Air, perusahaan penerbangan swasta Indonesia. Nilai kontraknya sebesar Rp19,5 triliun. Bagi pabrikan Boeing demikian pula pemerintah AS, kontrak triliunan rupiah, sangat penting dan bersejarah.

Oleh sebab itu seremoninya dilakukan di Bali, saat KTT Asia Timur dilaksanakan, sengaja dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Artinya bobot bisnis dari kontrak itu diperkuat oleh bobot politik melalui kehadiran dua presiden.

Kontrak Boeing yang bernilai US$200 miliar itu diakui Obama sebagai hal positif dalam konteks kerja sama Indonesia-Amerika Serikat. Sebab kontrak itu akan membuka ribuan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja di Amerika Serikat. Selain Boeing, pemerintahan Obama juga mengamankan bisnis jual beli pesawat tempurnya. Indonesia sudah diizinkan Amerika Serikat untuk menambah koleksi jet tempur terbaru F-16. Tapi di luar itu, Indonesia masih mendapatkan hibah sebanyak 24 buah F16. Pesawat militer ini buatan General Aerodynamics.


Hibah 24 buah pesawat tempur itu, tidak penuh. Sebab Indonesia masih harus mengeluarkan biaya perbaikan sekitar Rp6 triliun.Jet-jet tempur itu perlu diperbaiki lagi karena kondisinya dalam keadaan tidak bisa diterbangkan.

Hibah dan penambahan beberapa unit pesawat baru F-16 serta kontrak pembelian 230 unit pesawat buatan Boeing ini, nampaknya merupakan satu paket bisnis AS di Indonesia. Seolah ada pesan dari Washington agar Jakarta jangan lagi berpikir atau tergoda dengan pesawat buatan pabrikan lainnya. Apalagi buatan non-Amerika seperti Rusia.


Tapi nampaknya Indonesia masih tergoda. Sebab sekalipun Indonesia sudah mendapat hibah, bahkan embargo militer sudah dicabut Washington, tetapi Indonesia masih terus melanjutkan pembelian pesawat sejenis dari Rusia.

Bagi AS, Sukhoi merupakan merek dagang yang menjadi saingan berat industri sejenis. AS tahu bahwa Indonesia sudah membeli 6 buah Sukhoi, masih berencana membentuk beberapa squadron. Bahkan squadron itu semuanya terdiri atas armada Sukhoi.

Kenyataan ini merupakan sebuah peluang sekaligus saingan bisnis bagi negara (AS dan Rusia) dan fabrikan manapun. Kebetulan total anggaran Indonesia untuk belanja Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan Strategis) sudah diumumkan. Bahwa untuk Alutsista dan kebutuhan lainnya, pemerintah RI mengalokasikan dana sebesar Rp190 triliun. Siapapun pasti tergiur dengan bisnis ini. Baik Putin maupun Obama.


Rencana penambahan jet tempur Sukhoi belum lagi mereda, tiba-tiba muncul aktivitas lain, bahwa Sukhoi sudah memproduksi pesawat komersil. Sejumlah perusahaan penerbangan swasta Indonesia bahkan telah memesan puluhan unit.

Mengemukanya kecurigaan bahwa kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, antara lain akibat adanya reaksi Presiden Rusia Vladimir Putin.Bekas agen KGB itu kelihatan sangat marah atau terpukul. Melalui telepon, Putin minta Presiden SBY melakukan penyelidikan atas kecelakaan di Gunung Salak. Putin kelihatannya tidak percaya begitu saja bahwa kecelakaan itu wajar. Sukhoi bagi Putin merupakan salah satu ikon Rusia.

Tapi selain itu, SSJ 100 dimaksudkan untuk menguasai pasar Eropa, wilayah terdekat Rusia. Untuk itu anatomi pesawat ini, tidak semuanya menggunakan onderdil Rusia. Melainkan kombinasi antara Rusia dan pabrikan Eropa Barat.


Tetapi akibat kecelakaan itu, bukan hanya konsumen Eropa dan Indonesia yang berpikir ulang, melainkan tingkat kepercayaan atas teknologi Sukhoi dan Rusia terkontaminasi. Kecelakaan itu bakal membuat Rusia maupun Sukhoi memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh pasar pembeli di dunia. Dan terbentuknya persepsi itu berkat operasi agen-agen terlatih entah dari pihak mana.

Bagaimana membuktikannya, memang tidak gampang. Sebab Kotak Hitam SSJ 100 itu sendiri yang diharapkan bisa membuka tabir penyebab kecelakaan, justru disebut-sebut sudah hangus terbakar. Sehingga kemungkinan memperoleh data dan fakta penyebabnya, menjadi berkurang.

Kabar lainnya, Kotak Hitam itu tidak akan diserahkan kepada Rusia, melainkan tetap ditahan di Indonesia. Tidak jelas apakah hal ini juga bagian dari pertarungan antara Rusia dan AS. Namun bila benar kecelakaan itu diakibatkan oleh sabotase, maka pekerjaan itu sangat efektif dan sempurna.

Kesempurnaannya semakin bertambah. Sebab dipilihnya Indonesia sebagai tempat sabotase, sangat kalkulatif. Maklum kecelakaan di negara berpenduduk 240 juta jiwa ini dengan 17.000 pulaunya, bukan lagi hal yang mengejutkan. Hampir setiap waktu terjadi kecelakaan. Tidak pernah ada yang berpikir bahwa kecelakaan itu ada juga yang disengaja atau sabotase.



Militer Amerika Serikat Mampu Mendominasi Dunia

“Pergeseran kekuatan militer AS ke Asia Pasifik bukanlah hal sederhana. Bisa jadi, pada 8 tahun ke depan, “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan akan beralih ke kawasan ini. Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.” (Connie Rahakundini Bakrie, Pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia).

Karena instalasi pangkalan militernya di luar negeri membawa keuntungan tak terkirakan untuk kemajuan industri usaha dan ekonomi sipil mereka. Mulai dari desain pembuatan senjata untuk angkatan bersenjata, pakaian untuk tentara berseragam dan pasukan tidak berseragam yang tercatat ada 253,288 personil berikut keluarganya yang belum termasuk didalamnya, stok makanan dan bisnis fasilitas liburan bagi tentara.


Hampir sebagian besar sektor ekonomi AS sebenarnya mengandalkan militer untuk target penjualannya. Satu contoh kecil, misalnya terhadap pangkalan militer AS di Irak. Untuk pangkalan itu, DoD harus memesan extra ration of cruise missiles dan depleted-uranium armor-piercing tank shells.

Selain itu, DoD juga mengakuisisi sebanyak 273,000 botol sunblock yang dianggap sama pentingnya seperti rudal bagi para tentaranya disana.

Belum lagi DoD harus menyediakan biaya binatu, dapur, surat menyurat dan pengiriman barang, serta cleaning services yang telah dikontrak militer dari perusahaan swasta, juga menjadi bagian dari kegiatan membangun dan mengembangkan sektor ekonomi AS.

Diketahui, sepertiga dari dana US$ 30 miliar tambahan yang dianggarkan untuk perang Irak, habis untuk service layananan bagi kenyamanan tentara AS.

Dengan begitu, keberadaan mereka di front-front perang tampak sama seperti kehidupan di rumah ala Hollywood. Selain itu pengamanan juga dilakukan melalui sub-kontrak pada private military companies seperti Brown & Root, DynCorp, dan the Vinnell Corporation.

Artinya, AS memberikan tingkat kesejahteraan yang tinggi bagi prajurit militernya?

The Washington Post pernah mengkritisi kondisi yang terjadi di Fallujah, bagian barat Baghdad. Bagaimana pelayan-pelayan berkemeja putih bercelana hitam dan berdasi kupu-kupu bertugas setiap malamnya melayani makan malam untuk petugas dari 82nd Airborne Division.

Beberapa dari pangkalan ini, karena sangat luasnya, membutuhkan 9 trayek bus internal untuk tentara dan kontraktor sipil di dalam area berkawat tersebut.

Pangkalan Anaconda, kantor pusat divisi brigade ke-3 dan infanteri ke-4 yang bertugas menjadi ‘polisi’ sepanjang 1.500 mil persegi di wilayah Irak, ke Utara Bagdad, hingga Samarra, menempati area besar seluas 25 kilometer persegi dan penyediaan perumahan untuk sebanyak 20.000 pasukan. Diskusi bareng dengan Admin blog Analisa militer Gabung kesini....

Untuk keperluan spritual, misionaris bagi militer AS, mereka dilayani perusahaan penerbangan sendiri. Tentara AS juga dilayani perusahaan penerbangan dengan armada untuk penerbangan jarak jauh sehingga mampu menyambungkan langsung post dari Greenland hingga Australia. Bagaimana dengan kita?

Wah, anda bisa bayangkan sendiri. Betapa jauhnya dengan cara kita memperlakukan personil militer. Untuk melaksanakan tugas negara pun kadang harus berutang hanya sekadar untuk membeli obat nyamuk di warung setempat.

Atau harus terdampar di pulau terluar menjaga perbatasan dengan segala fasilitas yang sangat terbatas dan minim.

Asia Pasifik jadi target ekspansi AS selanjutnya, bagaimana anda melihatnya?



Perkembangan terkini kekaisaran militer AS, bisa disimak dari pernyataan Menteri Pertahanan, Panetta yang menyatakan bahwa 60 persen kekuatan militer AS akan pindah ke kawasan Asia Pasifik mulai 2012 hingga 2020.
Kebijakan pertahanan yang seperti apa, bagi Indonesia menyikapi kondisi ini?


Persis sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh pangkalan-pangkalan AS sejak titik di Diego Garcia, Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, terus berputar hingga ke Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya. Inilah sejarah dukungan Indonesia terhadap palestina....





Dengan kondisi ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite Indonesia untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan. Amerika diambang Perang dengan militer cina di laut cina selatan?

Indonesia juga harus memperkuat TNI sebagai aktor pertahanan yang tugas utamanya adalah untuk melindungi segenap wilayah kedaulatan termasuk kekayaan dan kesejahteraan penduduknya.

Soekarno Terus Mendukung Kemerdekaan Palestina

Perjuangan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel telah dilakukan sejak era Presiden Sukarno. Baginya, tiap bangsa punya hak menentukan nasibnya sendiri tanpa melalui pengaturan dan campur tangan negara lain.


Sedari awal, Indonesia tak mau mengakui Israel yang diproklamasikan David Ben-Gurion pada 14 Mei 1948, karena merampas tanah rakyat Palestina. Pemerintah Indonesia tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ucapan selamat dan pengakuan kemerdekaan Indonesia yang dikirimkan Presiden Israel Chaim Weizmann dan Perdana Menteri Ben Gurion tak pernah ditanggapi serius pemerintah Indonesia. Mohammad Hatta hanya mengucapkan terimakasih, namun tak menawarkan timbal-balik dalam hal pengakuan diplomatik. Sukarno juga tak menanggapi telegram ucapan selamat dari Israel.

Sewaktu Sukarno mulai menggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1953, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut. Keikutsertaan Israel bakal menyinggung perasaan bangsa Arab, yang kala itu masih berjuang memerdekakan diri. Sementara Israel adalah bagian dari imperialis yang hendak dienyahkan Sukarno dan pemimpin-pemimpin dunia ketiga lainnya.




Dalam pidato pembukannya di KAA pada 1955 yang juga dihadiri pejuang Palestina Yasser Arafat, Sukarno menyatakan bahwa kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Aljazair, dan seterusnya. 

Maka dari itu, tulis Ali Sastroamidjojo dalam Tonggak-Tonggak di Perjalananku, Bung Karno mengajak supaya bangsa-bangsa Asia dan Afrika di dalam Konperensi ini membentuk satu front anti-kolonialisme dengan membangun dan memupuk solidaritas Asia-Afrika.

“Imperialisme yang pada hakikatnya internasional hanya dapat dikalahkan dan ditundukkan dengan penggabungan tenaga antiimperialisme yang internasional juga,” ujar Sukarno dalam pidato hari ulangtahun Republik Indonesia ke-21 pada 17 Agustus 1966, sebagaimana dimuat dalam Revolusi Belum Selesai.

Pasca KAA, solidaritas Asia-Afrika menguat dan semangat antikolonialisme makin membara di dada rakyat kedua benua. Sukarno makin keras mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Hal itu dia lakukan dengan berbagai cara, tak terkecuali melalui olahraga. Maulwi Saelan, pengawal Sukarno, masih ingat betul pengalamannya tatkala sepakbola menjadi salahsatu alat perjuangan Indonesia di pentas politik internasional. Menurutnya, pada 1958 Indonesia tinggal selangkah lagi masuk ke ajang Piala Dunia. Di penyisihan wilayah Asia Timur, Indonesia berhasil menundukkan Tiongkok. Indonesia tinggal memainkan pertandingan penentuan melawan Israel sebagai juara di wilayah Asia Barat. Namun, Sukarno melarangnya. “Itu sama saja mengakui Israel,” ujar Maulwi menirukan omongan Sukarno, kepada Historia. “Ya, kita nurut. Nggak jadi berangkat,” lanjut mantan penjaga gawang tim nasional yang pernah membawa Indonesia menahan imbang Uni Soviet dalam Olimpiade Melbourne 1956.

Perlawanan terhadap Israel kembali dilakukan oleh Sukarno ketika Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games IV pada 1962. Pemerintah Indonesia tak memberikan visa kepada kontingen Israel dan Taiwan. Meski alasan resmi yang dikeluarkan adalah, Indonesia tak mempunyai hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut, tapi alasan politik antiimperialisme Sukarno mendasari kebijakan tersebut. Saat itu, negara-negara Arab sedang bersengketa dengan Israel yang ditopang Barat. Sedangkan China dikucilkan dunia internasional setelah Barat hanya mengakui Taiwan sebagai pemerintahan China yang sah. Sukarno melihat hal ini sebagai bentuk penindasan negara-negara Old Established Forces (Oldefos) terhadap New Emerging Forces (Nefos).

Akibatnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menskors keanggotaan Indonesia dengan batas waktu yang tak ditentukan. Alih-alih patuh, Sukarno justru memerintahkan Komite Olimpiade Indonesia keluar dari IOC pada Februari 1963. Sukarno terus melawan. “Sebagai jawabannya Sukarno membentuk Ganefo yang diadakan tahun 1963, yang menjadi pertanda kebesaran bangsa ini dan pertanda ketidaktergantungan pada kekuatan-kekuatan dunia yang ada,” tulis John D. Legge dalam Sukarno: Biografi Politik. 

Semasa pemerintahan Sukarno pula Indonesia aktif mendukung perjuangan kemerdekaan di berbagai penjuru dunia dengan bantuan dana dan lain sebagainya. Tak hanya di tingkat pemerintahan, rakyat Indonesia juga aktif mendukung kemerdekaan Palestina dan bangsa-bangsa lain seperti Aljazair dan Afrika Selatan. Melalui OISRAA (Organisasi Indonesia untuk Setikawanan Rakyat Asia-Afrika) yang berdiri pada 1960 dan tergabung dalam AAPSO (Organisasi Solidaritas Rakyat Asia-Afrika), kerjasama perjuangan tersebut diintensifkan.

Hingga saat kekuasaannya sudah direbut Jenderal Soeharto pada 1966, Sukarno tetap pada pendiriannya dalam hal perjuangan rakyat Palestina melawan Israel. Dalam pidatonya pada hari ulangtahun Republik Indonesia ke-21, Sukarno menyatakan, “Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa antiimperialisme, tetapi juga konsekuen terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel!”.

Tuesday, July 29, 2014

Amerika Diambang Perang Besar Dengan China di Pasifik


Sebuah laporan rahasia tak sengaja ter-posting ke internet oleh staf inteligen laut Amerika Serikat yang menyatakan Angkatan Laut China (PLA Navy) telah membuat perkembangan cepat terhadap berbagai platform persenjataan modern. Strategi Angkatan laut China sedang difokuskan untuk menjelajahi daerah yang disebut first island chain, yang meliputi Laut China Selatan hingga Selat Malaka, Laut Philipina hingga Laut Jepang.

Adapun strategi second island chain lebih mengerikan lagi, yakni penyatuan/reunifikasi dengan Taiwan serta membuat garis pertahanan di jalur perdagangan laut. Menurut laporan intelijen yang bocor, Angkatan Laut China sedang memperkuat kemampuan mereka apabila pada masa depan harus berkonflik dengan Amerika Serikat atas Kasus Taiwan. Angkatan laut China melakukan program anti-access and anti-surface warfare dan secara simultan menyusun struktur “the command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C4ISR)” untuk keperluan joint operation.
Laporan intelijen AS beberapa tahun lalu mulai terbukti.




Secara tersamar, anti-acces mulai diterapkan China dengan membentuk Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defense Identification Zone / ADIZ) di Wilayah Laut China Timur. Setiap pesawat yang lewat di wilayah itu, harus melapor kepada China dan yang mengabaikan terancam tindakan militer. Pesan yang ditangkap sangat jelas. Zona yang dilakukan secara sepihak ini menunjukkan China mulai memperkuat pengaruh dan cengkeramannya di wilayah itu.

Meski mendapatkan penentangan dari AS, Jepang dan Korea Selatan, China tetap memberlakukannya. Anehnya,Presiden Obama akhirnya meminta maskapai penerbangan sipil AS mematuhi aturan China tersebut. Secara perlahan tapi pasti, situasi ini bisa dimanfaatkan China, sebagai klaim de facto atas wilayah tersebut.




Dalam waktu hampir bersamaan, China juga memperkuat eksistensinya di wilayah Laut China Selatan (LCS) yang mereka klaim, dengan mengirim Kapal Induk Liaoning berlayar menuju Selat Taiwan. Liaoning meninggalkan pangkalannya di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, China Utara, dikawal dua destroyer Shenyang dan Shijiazhuang, serta dua frigat Yantai dan Weifang. Menurut China, keberangkatan pelayaran kapal induk Lioning merupakan bagian dari latihan militer.

Tentulah gerakan Angkatan Laut China ini dipantau oleh Jepang dan Amerika Serikat. China yang cerdik tidak berlayar ke Laut China Timur tempat pulau sengketa China-Jepang, Senkaku/ Diaoyu, melainkan langsung ke Laut China Selatan.




China bermain halus terhadap Jepang dan AS, karena di saat bersamaan, Kelompok Tempur yang dipimpin kapal induk USS George Washington juga terlibat latihan bersama Maritime Self-Defense Force Jepang dari Okinawa. AS juga mengirim kapal selamnya dari Guam, untuk memantau pergerakan kapal induk Liaoning. Untuk sementara Jepang aman, tapi bagaimana dengan negara-negara Asean yang sejumlah anggotannya bersengketa dengan China di wilayah di Laut China Selatan ?

Tindakan China ini dianggap sebagai ambisi mereka untuk menciptakan blue navy dan telah menjadi fokus kampanye di dalam negeri untuk membangkitkan patriotisme. Angkatan Laut China mengatakan misi ini akan rutin dilakukan dan apa yang dilakukan kapal induk Liaoning masih dalam tahap uji coba.

Pengamat militer menilai apa yang dilakukan pemerintah China berindikasi bahwa mereka akan menempatkan kapal induk di Laut China Selatan secara permanen, menyusul semakin tingginya ketegangan dengan Filiphina dan Vietnam, serta negara lain yang mencoba meng-klaim Laut China Selatan.

Di saat yang bersamaan, di Front Laut China Timur, People’s Liberation Army Navy Air Force melakukan latihan peperangan, pasca melintasnya bomber AS B-52 di air defense identification zone China. Lusinan pesawat tempur J-10 yang terbagi ke dalam tim biru dan merah, saling beradu keahlian bertempur. Skadron dari kedua tim ini juga mendapatkan bantuan dari Kapal Perang Permukaan dari PLA Navy.



Pesawat Tempur J-10 China latihan tempur di Laut China Timur pasca melintasnya Bomber B-52 AS


Menurut CCTV pilot-pilot J-10 tidak hanya melakukan simulasi saling menembak tapi juga berlatih menenggelamkan kapal permukaan dari kelompok lain. Salah seorang pilot yang ikut latihan mengatakan dia menghabiskan waktu 10 jam bersama pesawat J-10 dan begitu juga pilot-pilot lainnya, untuk hal melihat kesiapan para pilot tempur dan kru di darat serta kapal permukaan. Latihan dilakukan untuk menghadapi konflik dengan Jepang di laut China Timur, sehingga para pilot sudah terbiasa dengan medan yang sesungguhnya.

Di bagian lain Kapal induk Liaoning beserta kapal pengawalnya terus belayar menuju Laut China Selatan, menuju wilayah yang disengketakan. Di LCS ini kapal induk Liaoning berlatih perang, termasuk menyesuaikan diri dengan kondisi laut yang berbeda.

Kementerian Pertahanan China menegaskan, untuk pertama kalinya Angkatan Laut China memiliki kemampuan dermaga dan layanan kapal induk di Pelabuhan Sanya, Provinsi Hainan Cina Selatan. “Dengan dibangunnya pelabuhan kapal induk di Sanya, China telah memperluas jangkauan operator di Laut Cina Selatan”, ujar Wakil Direktur Naval Military Studies Research Institute, Zhang Junshe. Pelabuhan asal kapal induk Lioning adalah Qingdao, di Provinsi Shandong, China Utara. Ke depannya China akan menempatkan kapal induknya di Laut China Selatan secara permanen di dukung logistik dari Pelabuhan Sanya Provinsi Hainan.

Pelabuhan Sanya diproyeksikan sebagai suplai logistik bagi kapal induk China yang nantinya ditempatkan di Laut China Selatan

Pelabuhan Sanya di Provinsi Hainan, diproyeksikan sebagai suplai logistik bagi kapal induk China yang nantinya ditempatkan di Laut China Selatan

Ketergantungann China yang semakin meningkat terhadap energi yang dimpor menciptakan kepentingan strategis yang global dari China. Ketergantungan itu pada gilirannya memerlukan pengembangan kapasitas dari profil Angkatan Laut China. Untuk merespon kebutuhan yang mendesak itu, PLA Navy mulai membangun kapal tambahan untuk proyeksi ‘laut biru’ yang dapat mendukung operasi Angkatan Laut meski jauh dari daratan China. Hal ini termasuk pengadaan Kapal Rumah Sakit Anwei Class serta Kapal pengisian ulang bahan bakar Fuchi Class.

Liaoning merupakan kapal induk untuk latihan. China menargetkan kapal induk buatan mereka selesai pada tahun 2015. Pemerintah Cina pun mulai mengajukan pembelian Su-33 Rusia carrier-borne fighter, untuk memulai program penerbangan kapal induk. China membutuhkan kapal induk dan armada pendukungnya untuk menerapkan proyeksi angkatan laut dan kontrol terhadap “second island chain”.

Saat ini Angkatan laut China mulai menunjukkan perkembangan yang nyata dan bergerak dari segi kuantiti ke kualiti dengan cara membangun struktur C4ISR dan pasukan profesional, untuk mendukung efektifnya peluncuran joint operation. Operasi kapal-kapal selam China pun mulai meluas layaknya operasi kapal kapal besar.

Fatalnya negara-negara ASEAN tidak bisa menemukan kata sepakat atas sikap mereka terhadap konflik Laut China Selatan. Bahkan joint public statement pun tidak dilakukan usai pertemuan tahunan ASEAN 2013. Code of Conduct tahun 2002 yang ditandatangani anggota ASEAN untuk menyelesaikan sengketa di LCS dengan cara damai, terus menerus diabaikan oleh beberapa negara yang bersaing atas kayanya sumber daya alam di LCS.



Kekosongan kekuatan di LCS pasca AS menutup pangkalan militernya di Filiphina, mulai dimanfaatkan dan diisi oleh China. Kini China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, menabrak batas-batas laut negara tetangganya dan mengangkangi norma-norma internasional.

Berbeda dengan di Laut China Timur, langkah Amerika Serikat di LCS lebih hati-hati dan tidak mengarah kepada konfrontasi militer dengan China. Hal ini dimanfaatkan oleh China, untuk terus memperkuat cengkeramannya di LCS.

Bulan Juni 2013, Presiden Filiphina Aquino meminta jaminan dari AS bahwa jika Filiphina diserang, AS akan terlibat dalam peperangan. Namun permintaan itu ditolak. AS menolak untuk berpihak dalam sengketa wilayah namun hanya menawarkan bilateral Mutual Defense Treaty, yang berarti tidak otomatis terlibat dalam aksi militer.

Pergerakan kapal induk Liaoning China ke Laut China Selatan

Sikap yang berbeda ditunjukkan AS saat China memberlakukan Zona Identifikasi Pertahanan Udara di Laut China Timur yang membuat Jepang meradang. Dengan gamblang AS mengatakan akan berada di pihak Jepang jika terjadi konlik militer dengan China. Di mata AS, ASEAN belum sepenting Jepang, sehingga sikap AS pun berbeda. Negara-negara ASEAN harus tahu diri.

Namun menyatukan sikap ASEAN terlihat masih susah. Vietnam meski bersengketa wilayah dengan China, tetap menjaga hubungan baik dengan China karena tingginya ketergantungan ekonomi. Sementara negara-negara yang tidak terlibat sengketa wilayah seperti Thailand, Singapura, Kamboja, Indonesia dan Laos, juga tidak berani bersikap keras menentang tindakan China yang mengklaim hampir seluruh laut China Selatan. Bahkan ketika Filipina bersitegang dengan China soal kepulauan Scarborough, Malaysia mengatakan, jika negara tetangganya berperang, tidak otomastis mereka ikut berperang.



Negara negara Asia Tenggara jangan berpikir jika konflik dengan China meletus, Amerika Serikat dengan serta merta melindungi mereka. Negara Asean harus membangun kekuatannya sendiri sambil menjalin kerjasama militer regional yang lebih besar. Jika hal ini tidak terjadi maka, masa depan Asean tinggalah sejarah, terpecah dan terkoyak-koyak kekuatan besar. Kehadiran kapal induk China di Laut China Selatan, tinggal menunggu waktu.

Bukan Hanya Palestina, Israel Memiliki Tujuan Hancurkan Arab dan Ka'bah


Seperti yang kita ketahui bersama saat ini saudara kita di GAZA tengah mengalami situasi yang sangat mencekam, seiring dengan adanya invasi yang dilakukan oleh militer Israel beberapa hari lalu. Meskipun berbagai kecaman muncul dari berbagai negara di dunia, Israel seolah-olah tidak peduli dan tidak mau mendengar berabagai kecaman tersebut. Hal itu akhirnya membuat banyak orang berfikir, ada apa dibalik serangan militer Israel ke Palestina.


Gideon Levy seorang penulis membuat sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan. Di dalam tulisannya seperti yang dikutip dari surat kabar Hareetz (13/7), dia mengungkapkan bahwa tujuan Israel sebenarnya adalah tidak hanya Palestina, pejuang Hamas, dan Gaza saja, namun mereka memiliki tujuan yang lebih besar lagi, yaitu menghancurkan negara-negara Arab.


Akibat serangan militer Israel ke pemu****n penduduk disekitar Gaza, mengakibatkan jatuhnya banyak korban luka dan tewas dari para penduduk sipil. Tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak pun juga menjadi korban keganasan serangan Israel.


"Membunuh warga sipil Palestina sepertinya sudah menjadi sebuah"kebijakan" bagi militer Israel" ujar Levy seperti dikutip dari surat kabar Haaretz. Alasan Israel menghabisi Hamas sangat tidak dibenarkan, karena dibalik semua itu Israel sendiri memiliki sebuah misi yang lebih parah dan kejam, yaitu memusnahkan oran-orang Arab.

Israel sendiri sendiri telah membuat sebuah "peta pembantaian" seperti yang dirilis oleh stasiun Al Jazeera. Levy mengatakan bahwa Al Jazeera telah memuat gambar-gambar mayat para penduduk sipil Palestina yang tewas akibat agresi militer Israel. Bahkan sepertinya Israel merasa "bangga" ketika melihat mayat-mayat penduduk sipil Palestina.

Diperkirakan jumlah korban dari agresi militer Israel ini mencapai ratusan, bahkan 24 diantaranya adalah anak-anak. Israel melancarkan agresinya secara membabi buta. Semua fasilitas umum yang diduga menjadi markas Hamas dibombardir. Rumah sakit, sekolah, dan bangunan lainnya menjadi target rudal Israel. Namun, tidak ada satupun yang mampu menyeret negara yang berjuluk Negeri Bintang Daud tersebut untuk bertanggung jawab. Pasukan pertahanan Israel (IDF) selalu berlit bahwa mereka melakukan semuanya ini karena perintah dari atasan mereka di pusat.





Sejak perang Lebanon beberapa dekade lalu, pembantaian terhadap warga Arab telah terjadi. IDF sendiri pun serasa tidak berperang dengan para pejuan HAMAS, akan tetapi mereka seperti berperang dengan penduduk sipil Palestina yang tidak bersenjata. 

Bahkan seorang pensiunan tentara Israel pun berkomentar sangat keji "Dengan membunuh warga mereka ini akan membantu menakuti Hamas" ujar Oren Shachor

Hamas pun seperti bersalah, mereka meninggalkan penduduk sipil Palestina dan memfokuskan serangan terhadap militer Israel dari tempat-tempat tersembunyi. Mereka meninggalkan rakyat tak bersalah semakin sengsara disekitar garis perbatasan.

Israel kini tengah menyiapkan berbagai perlengkapan militernya untuk menyerang GAZA.



Monday, July 28, 2014

JENIS DAN FUNGSI PESAWAT TEMPUR

Pesawat tempur memiliki fungsi sendiri-sendiri. Dan fungsi itu kemudian mempengaruhi dalam banyak hal baik kemampuan manuver, badan pesawat hingga teknologi. Apa saja sebenarnya fungsi dan jenis pesawat tempur? Sebagian adalah sebagai berikut:
Pesawat pengebom
Grumman B-2 Spirit
Grumman B-2 Spirit
Peranannya juga jelas yakni menjatuhkan bom ke daerah sasaran. Ada jenis pengembom strategis yang memiliki daya jangkau tembakaan sangat jauh. Bisa jadi dia melesakkan bom dari luar wilayah sebuah negara. Selain itu jug ada pengebom taktis yang jangkauannya lebih pendek untuk mendukung pasukan darat atau biasa disebut pesawat tempur. Dalam lingkup modern, pesawat perang apapun
Tupolev
yang tidak dirancang khusus sebagai pesawat pengebom strategis dapat masuk dalam kategori ini.

Pada era Perang Dunia I dan II jelas ada perbedaan antara pesawat pengembom strategis dan taktis.   Pada saat itu, pesawat pengebom merupakan pesawat tersendiri, dan bentuknya juga sangat berbeda dari pesawat lain. Ini adalah akibat kurangnya kemampuan kekuatan
Tupolev Tu-160 Blackjack
Tupolev Tu-160 Blackjack
mesin pesawat, yang berarti untuk membawa jumlah bom yang tepat, dibutuhkan pesawat dengan banyak mesin. Hasilnya adalah pesawat yang benar-benar besar.
Sedangkan pada era perang dingin pesawat pengebom dirancang untuk menjatuhkan senjata nuklir, dan digunakan sebagai alat menakut-nakuti. Dengan diciptakannya peluru kendali
Rockwell B-1B Lancer
Rockwell B-1B Lancer
anti-pesawat, bomber harus mencari cara-cara lain untuk menghindari diserang musuh. Kecepatan tinggi dan ketinggian yang tinggi sekali menjadi cara menghindari serangan musuh. Ketika rudal anti-pesawat mengancam pesawat pengebom yang terbang tinggi, dibuatlah pesawat pengebom kecepatan tinggi yang terbang rendah
Tupolev
Tupolev Tu-95 Bear
dibawah deteksi radar
Produksi pesawat ini berkurang karena selain mahal juga ditemukannya teknologi rudal balistik yang bisa menenteng nuklir dalam jarak jauhb.
Beberapa pesawat pengembom era ini antara lain Northrop Grumman B-2 Spirit, Rockwell B-1B Lancer, Boeing
tu-22m3_backfire
Tupolev Tu-22M Backfire
B-52HStratofortress, dan General Dynamics F-111 Aardvark. Sementara Uni
Soviet memiliki Tupolev Tu-160 Blackjack,  Tupolev Tu-95 Bear,  dan Tupolev Tu-22M Backfire, Russia
Dan di era moderen perbedaan antara pesawat pengebom dan
pesawat tempur mulai tidak jelas. Banyak pesawat perang yang bentuknya adalah pesawat tempur, ternyata dioptimalkan untuk misi pengeboman, dan tidak memiliki kemampuan tempur udara. Selain itu banyak juga pesawat tempur yang dirancang untuk pertarungan di udara, seperti F-16, malah digunakan sebagai ‘truk pengebom’.
Mungkin satu-satunya faktor yang bisa membedakan adalah jarak jangkau: pesawat pengebom dibuat agar bisa terbang jarak jauh memasuki daerah musuh, sedangkan pesawat tempur pengebom dan pesawat tempur serang terbatas pada misi-misi di sekitar medan perang. Tapi perbedaan inipun sudah dibuat samar-samar oleh adanya kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara, yang sangat meningkatkan potensi radius operasi.
Pesawat serbu
SAC J-31
SAC J-31
Pesawat dengan kemampuan menyerang target di darat atau yang dikenal dengan ground attack aircraft. Tugasnya memberi dukungan langsung pada pergerakan pasukan darat, baik infantri maupun tank agar bisa bergerak secara cepat dan aman. Dengan tugasnya ini maka posisi pesawat selalu ada di depan garis pertempuran untu
Su-27 Flanker
Su-27 Flanker
membuka jalur. Beberapa contoh pesawat serbu antara lain XAC JH-7, milik China, Dassault Mirage 2000 D/N (Prancis), AMX International AMX, (Italia dan Brasil), Mitsubishi F-2, Jepang) Mikoyan MiG-27 Flogger (Rusia) Sukhoi Su-34 Fullback (Rusia), Sukhoi Su-25 Frogfoot (Rusia), Sukhoi Su-24 Fencer, F/A-18B/D Hornet (Amerika),
AV-8B Harrier II (Amerika) Fairchild A-10 Thunderbolt II (Amerika) F-15E Eagle (Amerika) Lockheed F-117 Nighthawk (Amerik) dan sebagainya.
Pesawat tempur
Tugasnya adalah melakukan pertempuran udara sehingga dituntut untuk bisa bergerak lincah dan melakukan
Chengdu J-20
Chengdu J-20
f-15
F-15 Eagle
manuver tajam. Karena itu biasanya jenis pesawat ini kecil dan ramping. Mulai dikembangkan pada era Perang Dunia I berupa pesawat pesawat sayap ganda kayu yang diberi senapan mesin ringan. Pada Perang Dunia II, pesawat tempur lebih banyak dibuat dari logam, bersayap tunggal, dan menggunakan senapan mesin yang tertanam pada sayap. Setelah Perang Dunia II, mesin turbojet mulai menggantikan mesin piston, dan peluru kendali mulai digunakan untuk menggantikan senapan mesin sebagai senjata utama.
110211-O-XX000-001
F-35
Klasifikasi pesawat tempur dibuat berdasarkan generasi dan saat ini sudah masuk ke generasi kelima yang diawali oleh F-22 Raptor milik Amerika Serikat. Saat ini pesawat tempur sudah dilengkapi dengan berbagai senjata canggih termasuk rudal hingga kemampuan stealth (siluman). Banyak contoh pesawat jenis ini seperti  China misalnya memiliki JF-17 Thunder,
MiG-29 Fulcrum
MiG-29 Fulcrum
Chengdu J-20, Chengdu J-10,  SAC J-31, dan  SAC J-8 Finback.Sedang Rusia mengandalkan generasi MIG hingga Sukhoi di antaranya MiG 1.42, MiG-31 Foxhound, MiG-29 Fulcrum, MiG-25 Foxbat, Sukhoi PAK FA, Sukhoi S-37, Su-27 Flanker, dan Yakovlev Yak-141 Freestyle. Sementara Amerika dan sekutunya mengandalkan
Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon
F-35, F-22 Raptor, F/A-18E/F Super Hornet, F/A-18A/C Hornet, F-16 Fighting Falcon, F-15 Eagle, F-14 Tomcat, dan F-5E Tiger II. Pesawat lain adalah Eurofighter Typhoon (Uni Eropa) Mirage 2000 B/C (Prancis) Mirage F1 (Prancis), HAL Tejas (India), AI Lavi,  IAI Kfir keduanya milik Israel.
Pesawat pencegat
Mikoyan-Gurevich MiG-25
Mikoyan-Gurevich MiG-25
Dirancang khusus untuk mencegat dan menghancurkan pesawat terbang musuh, terutama pesawat pengebom, yang biasanya mengandalkan kecepatan tinggi. Pesawat jenis ini dibuat pada permulaan Perang Dunia II sampai penghujung dasawarsa 1960-an, ketika mereka menjadi tidak lagi penting
F-16
F-16 Fighting Falcon
karena bergesernya peran pengeboman strategis ke peluru kendali balistik antar benua.
14 tomcat
F-14
Terdapat dua jenis pesawat pencegat, yang menekankan pada perbedaan aspek kinerja masing-masing. Pesawat pencegat pertahanan titik adalah jenis pertama, dirancang untuk lepas landas dan mendaki secepat mungkin untuk menyerang ketinggian pesawat terbang lain. Dan kedua adalah pencegat pertahanan wilayah yang dirancang untuk melindungi wilayah yang lebih luas dari serangan musuh. Pesawat jenis ini hanya penting ketika terjadinya Perang Dingin, ketika Amerika Serikat dan Uni Soviet merasa perlu untuk mengadakan pertahanan di masing-masing wilayahnya yang begitu luas.
Pada dasawarsa 1970-an, penggunaan pesawat pencegat semakin berkurang karena perannya dikaburkan karena setiap pesawat yang dibangun memiliki banyak kemampuan sehingga bisa digunakan untuk melakukan pencegatan sekaligus serangan darat.
Kini misi pencegatan pada umumnya diserahkan kepada pesawat tempur “barisan utama”; misalnya, Angkatan Udara Amerika Serikat mengandalkan pertahanannya pada pesawat tempur F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. Sedang Rusia memiliki Mig dan Sukhoi sebagai andalan.
Mikoyan-Gurevich MiG-25 adalah pesawat pencegat asal Rusia yang menjadi andalan pertahanan udara Uni Soviet.
Pesawat intai
E-3 Sentry
E-3 Sentry
Dari namanya jelas fungsinya untuk melakukan tugas intelijen atau memata-matai sebuah wilayah termasuk melakukan penyadapan serta pengingataian posisi strategis. Pesawat pengintai selalu diluncurkan pertama sebelum digelar operasi militer. Data yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar penyerbuan baik dari darat, laut maupun
B 737 Surveilance
B 737 Surveilance
udara.
Pesawat ini memiliki beberapa jenis. Pesawat Intai (Reconaisance) misalnya digunakan untuk mengumpulkan data data intai strategis lawan. Pesawat ini memiliki kemampuan menyusup dan terbang lebih tinggi agar tidak dijangkau rudal pertahanan lawan.
Beriev A-50 Mainstay
Beriev A-50 Mainstay
Beberapa negara juga mengembangkan pesawat pengingati dengan teknologi stealth. Tetapi tidak banyak karena mahalnya biaya yang harus dikelurakan. U-2 adalah salah satu jenis pesawat intai ini. Namun pesawat intai ini masih rentan ditembak. Salah satunya terjadi pada 1996 ketika U-2 milik Amerika Serikat ditembak jatuh oleh Sovyet saat menyusup ke
CN 235 MPA
CN 235 MPA
wilayah udara tersebut. Di Iran belum lama ini juga berhasil menembak jatuh pesawat tanpa awak milik AS. Sejumlah negara akhirnya memilih menggunakan teknologi satelit untuk melakukan tugas mata-mata.
Beberapa jenis pesawat intai selain U-2 juga ada SR 71 Blackbird (USA). Pesawat intai yang juga berperan sebagai pesawat patroli baik patroli udara dan patroli maritime biasanya menggunakan E-3 Sentry yang aslinya adalah Boeing 707, EC-2 Hawkeye, RB-47, B 737 Surveilance dan P-8 Poseidon (USA), CN 235 MPA (Spanyol – Indonesia), CN 235 Persuader (Spanyol), Atlantique (Perancis), Tupolev Tu-126, Beriev A-50 Mainstay (Rusia, berbasis Ilyushin Il-76).
Terdapat juga pesawat Tempur yang dimodifikasi untuk keperluan Intai (umumnya pesawat tempur generasi lama). Umumnya digunakan sebagai intai taktis. Dilengkapi dengan sensor dan kamera khusus contohnya adalah MiG 25R, RF-5 Tigereye.
Pesawat serang antigerilya
OV-10_Bronco
OV-10_Bronco
Cessna_Skymaster_O-2_5
Super Skymaste
110208-R-9999R-001
EMB-314 Super Tucano
Pesawat serang darat yang dispesialisasikan untuk memberikan dukungan pada pasukan darat dalam menghadapi pasukan gerilya. Umumnya pesawat yang digunakan adalah pesawat ringan, mampu terbang menyusuri daratan dan persenjataan dan teknologi yang tidak terlalu rumit dibandingkan pesawat serang lainnya namun tepat guna, misalnya menggunakan meriam dengan kaliber yang cukup besar misalnya di atas 20 mm, meskipun ada yang menggunakan 12,7 mm dengan jumlah yang cukup banyak, roket serangan darat, serta bom. Dari segi mesin umumnya menggunakan baling-baling karena akan terlalu boros jika menggunkan turbo jet dan tidak efektif dalam menghancurkan pasukan gerilya.
Selain menggunakan pesawat yang dirancang khusus untuk itu, biasanya digunakan pula pesawat latih ringan yang dipersenjatai ataupun pesawat tipe sipil yang dimodifikasi untuk tugas-tugas militer.
Contoh dari pesawat ini adalah OV-10 Bronco (Amerika Serikat), Pucara (Argentina), Pilatus (Swiss), EMB-314 Super Tucano (Brasil), Super Skymaster, Piper PZL Capung (Polandia), BN-2A Islander.
Pesawat Tempur Latih
Yakolev yak -130
Yakolev yak -130
Tidak digunakan untuk serangan udara tetapi untuk melatih calon penerbang. Bagi kebanyakan negara, harga pesawat tempur dianggap terlalu mahal sehingga pesawat tempur latih juga digunakan sebagai armada pesawat serang antigerilya (COIN/Counter Insurgency). Untuk menjaga keterampilan pilot sekaligus menghemat
Guizhou JL-9
Guizhou JL-9
biaya pelatihan dan operasional, umumnya digunakan flight simulator.
Beberapa pesawat tempur latih antara lain  Guizhou JL-9 (China) Aero L-39 Albatros, (Czech Republic) Kawasaki T-4 (Jepang) Yakovlev Yak-130 (Rusia) dan Goshawk (Amerika).
Kawasaki_T-4
Kawasaki_T-4
Indonesia sebenarnya negeri yang hebat luar biasa. Kenapa sekarang justru sering dianggap lemah dan diremehkan. Bahkan oleh negara kecil macam Singapura. Coba baca tulisan ini. Tak ada salahnya untuk like/share via FB bentuk langkah kecil untuk mengembalikan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa.

Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Portal Militer Terupdate - All Rights Reserved Template IdTester by Blog Bamz